Unduh Adobe Flash player

9.7.12

Investasi Kesehatan Anak

Investasi bagi kesehatan anak anak adalah imunisasi yang berguna bagi perkembangan kesehatan anak dimasa depan. Imunisasi ini adalah untuk mencegah mumps (gondongan), measle (campak), dan rubella (campak jerman). Sistem kekebalan tubuh anak pun akan menjadi lebih kuat dari serangan virus, bakteri maupun penyakit lainnya. Selain itu mendapatkannya sangat mudah dan gratis, dengan mendatangi posyandu terdekat yang sudah menjadi program dari pemerintah untuk masyarakat.

Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir perdebatan datang dari di injeksinya vaksin MMR yang dikabarkan menimbulkan keluhan, diantaranya terjadinya meningitis pada anak. Juga dapat mengalami peningkatan derita asma, kelainan perangai yang cenderung hiperaktif, masalah neurologi serta autisme.


Kabar ini sudah lama berkembang di masyarakat dan mendapat respon beragam dari berbagai kalangan. Namun menurut dokter spesialis anak dr. Murdoyo, Sp.A., isu ini tidak terbukti secara ilmiah, karena dari hasil penelitian, tidak ada efek yang membahayakan dari vaksin yang diberikan kepada anak-anak. Karena jika diperhatikan efek baik dari pemberian imunisasi ini adalah tidak ditemukan lagi penyakit polio pada anak. Penyakit campak juga sudah tidak muncul, begitu pula dengan penyakit difteri yang sudah berkurang.

Isu yang berkembang belakang ini dikarenakan ada beberapa masyarakat yang anti dengan imunisasi, sehingga kabar tersebut cepat berkembang dimasyarakat yang awan tentang pentingnya imunisasi pada anak. Jika terdapat kasus yang terjadi pada anak, itu pun berasal dari mereka yang tidak melakukan imunisasi. Begitu juga dengan pemberian imun tetanus, jika anak tidak mendapatkan vaksin ini, dikhawatirkan anak tidak akan kebal terhadap tetanus.

Ada beberapa vaksin imunisasi penting yang harus diberikan pada anak sejak bayi, adalah Imunisasi BCG (bacillus calmette-guerin), yaitu untuk mencegah penyakit Tubercolosis. Pemberian vaksin ini diberikan setelah bayi lahir atau dapat pun di posyandu setelah satu bulan kelahiran bayi. Imunisasi Hepatitis B, yaitu untuk mencegah penyakit hepatitis B yang ditularkan ibu ke bayi ketika persalinan. Imunisasi DPT-HB sebanyak tiga kali, yaitu untuk mencegah penyakit difteri pertusis (batuk rejan), tetanus. Vaksin ini diberikan pertama kali ketika bayi berusia dua bulan. Imunisasi polio, yaitu untuk memberikan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit polio. Imunisasi ini diberikan sebanyak empat kali dengan jarak berkisar empat minggu. Dan imunisasi campak, yaitu untuk mencegah terjadinya penyakit campak pada anak.

Serangkaian dari pemberian vaksin imunisasi tersebut ternyata memiliki kegunaan yang sangat penting bagi pertumbuhan anak, bayangkan jika masa pertumbuhan anak terhalang oleh berbagai macam penyakit, tentunya akan menghambat perkembangan kesehatan jasmani maupun rohaninya. Oleh karena itu aset termahal bagi anak adalah kesehatan yang akan dibawa hingga tumbuh dewasa nanti.

Posting Komentar
home