9 August 2026

Artificial Intelligence (AI) Dalam Keseharian Manusia

Kita sering mendengar istilah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sebagian orang mungkin akan langsung membayangkan robot canggih, mobil tanpa pengemudi, atau teknologi futuristik seperti yang sering muncul dalam film dengan segala kecanggihannya, padahal AI tidak harus berbentuk robot.

Tanpa disadari, teknologi AI ini justru telah hadir dalam berbagai aktivitas sederhana yang kita lakukan setiap hari. Misalnya, saat membuka media sosial, mencari lokasi menggunakan peta digital, mengambil foto dengan smartphone, menerjemahkan bahasa, bahkan meminta bantuan ke chatbot sekalipun hanya untuk membuat sebuah tulisan artikel. Dan tanpa sadar kita sedang menggunakan teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan itu untuk membantu sesuatu urusan pekerjaan kantor maupun untuk urusan yang bersifat pribadi. Maka perilaku inilah yang menunjukkan bahwa AI dalam kehidupan manusia sehari-hari bukan lagi sekadar gambaran tentang teknologi masa depan, tetapi teknologi tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan digital masyarakat modern. 

Lalu adakah yang tau apa itu Kecerdasan Buatan (AI)?

Artificial Intelligence atau disingkat AI adalah teknologi komputerisasi atau sistem digital untuk melakukan berbagai tugas menyesuaikan keinginan manusia. Kemampuan tersebut antara lain mengenali pola, memahami bahasa, menganalisis informasi, membuat prediksi (walau belum tentu 100% akurat), mengenali gambar, serta menghasilkan teks atau konten. Sederhananya adalah, AI dirancang agar komputer dapat melakukan pekerjaan tertentu manusia dengan cara yang terlihat lebih "cerdas" dan adaptif serta lebih responsif.

Namun, penting untuk dipahami bahwa AI tidak berfikir dan memahami dunia persis seperti manusia berfikir. Sistem AI secara umum bekerja berdasarkan penggabungan algoritma secara komputerisasi dan kumpulan data yang digunakan untuk menghasilkan suatu respons atau prediksi. Dan selanjutnya AI akan menyerap sejumlah data yang diinput lalu menganalisanya untuk diidentifikasikan polanya. Karena itu, kemampuan AI sangat bergantung pada teknologi dan data yang digunakan.

Manusia Sudah Sering Menggunakan AI

Dan tanpa disadari jawabannya adalah “sering”. Memang manusia sudah sering sekali menggunakan AI dalam kesehariannya. Menariknya dari perkembangan AI adalah keberadaannya kini sering tidak manusia sadari. Memang kita tidak selalu melihat tulisan "AI" ketika menggunakan sebuah aplikasi, karena teknologi tersebut biasanya bekerja dibalik layar. Berikut beberapa contoh yang menggambarkan manusia cukup dekat dengan AI dalam kehidupan sehari-hari.

1.    Rekomendasi Konten di Media Sosial

Pernahkah merasa heran karena media sosial seolah-olah tahu dengan apa yang sedang kita sukai? Contohnya setelah beberapa kali menonton video memasak, kita mulai mendapatkan rekomendasi lebih banyak lagi video dengan tema yang serupa. Hal tersebut bukan kebetulan, karena Platform digital tersebut dapat menganalisis berbagai pola sesuai interaksi pengguna, seperti konten yang ditonton, durasi menonton, konten yang disukai, hingga jenis konten yang sering dilewati. Maka berdasarkan aktivitas data tersebut kemudian digunakan oleh sistem untuk merekomendasi dan memperkirakan konten-konten serupa lainnya yang kemungkinan akan menarik bagi pengguna. Dan inilah salah satu contoh bahwa AI yang paling dekat dengan keseharian manusia yang tanpa disadari sering digunakan.

 

2.    Google Maps dan Aplikasi Navigasi

Mencari jalan untuk menuju suatu tempat sekarang terasa jauh lebih mudah, cukup memasukkan lokasi tujuan, kemudian aplikasi navigasi tersebut akan membantu menunjukkan rute mana yang dapat ditempuh lengkap dengan petunjuk arah dan perkiraan waktu tempuh. Penerapan teknologi AI dibalik layanan (Google Maps) tersebut memanfaatkan berbagai data untuk membantu memperkirakan kondisi perjalanan dan memberikan pilihan rute. Dan bagi pengguna prosesnya pun sangat sederhana, yaitu dengan masukkan tujuan dan ikuti petunjuk arah yang disarankan untuk sampai ke lokasi tujuan. Namun semua itu tanpa disadari bahwa dibalik layar ada sebuah teknologi canggih yang bekerja dan mengolah informasi dalam jumlah besar.

 

3.    Kamera Smartphone

Kamera smartphone saat ini sudah jauh lebih pintar dibandingkan kamera ponsel generasi awal. Ketika kita mengambil gambar sebuah objek, perangkat kamera tersebut dapat membantu mengenali wajah, kondisi pencahayaan, dengan berbagai karakteristik gambar. Setelah objek tersebut direkam, sistem kemudian melakukan penyesuaian tertentu agar hasil foto terlihat lebih baik dengan kualitas gambar sempurna bahkan biasanya tampak lebih jernih dari objek sebenarnya. Misalnya seperti model teknologi aplikasi generate image berbasis AI yang dapat melakukannya secara otomatis dan mungkin manusia belum tentu dapat melakukannya. Itulah sebabnya kita tidak selalu perlu memahami dunia fotografi secara mendalam hanya untuk mendapatkan kualitas foto yang lebih bagus.

 

4.    Mesin Searching

Mesin pencarian atau penelusuran merupakan contoh lain bagaimana teknologi AI membantu kita menemukan informasi dengan cepat, mudah dan akurat. Misalnya ketika kita mengetik pertanyaan atau kata kunci (key word), maka sistem AI akan berusaha memahami maksud pencarian tersebut dan memberikan hasil yang relevan. Bayangkan jika kita harus mencari informasi secara manual dari jutaan halaman di internet, tentu akan sangat melelahkan sekali. Maka dengan teknologi pencarian ini sangat membantu kita dan mempersempit pencarian informasi sehingga pengguna dapat menemukan apa yang dibutuhkan dengan lebih cepat.

 

5.    Penterjemah Bahasa (Translator)

Perbedaan bahasa dahulu menjadi salah satu hambatan ketika seseorang ingin berkomunikasi dengan orang dari negara lain. Tapi sekarang hal itu bukan masalah, aplikasi penterjemah berbasis AI dapat membantu mengatasi sebagian hambatan tersebut. Pengguna cukup memasukkan teks, suara, atau bahkan gambar tertentu untuk memperoleh hasil terjemahan. Teknologi AI pemrosesan bahasa ini membuat komputer mampu mengenali, hubungan antar kata dan membantu menghasilkan terjemahan yang semakin praktis. Meski demikian, dalam penggunaan untuk dokumen hukum, akademik, atau dokumen resmi, hasil terjemahan otomatis tersebut sebaiknya tetap diperiksa kembali.

 

6.    Rekomendasi Film dan Musik

Pernah mendapatkan rekomendasi film atau lagu yang ternyata sesuai dengan selera? Layanan streaming berbasis AI menggunakan sistem rekomendasi untuk membantu pengguna dalam menemukan konten yang disukai. Pilihan film atau musik tersebut dapat dipengaruhi berdasarkan riwayat tontonan, lagu yang sering diputar, genre yang disukai, dan berbagai pola penggunaan lainnya. Melalui bantuan teknologi AI ini, pengguna tidak perlu mencari semuanya dari awal, karena sistem telah lebih dulu memahami maksud serta keinginan pengguna.

 

7.    Chatbot dan Asisten AI

Dalam hal perkembangan AI generatif membawa perubahan yang cukup besar. Sekarang ini, seseorang dapat lebih mudah langsung berinteraksi dengan AI menggunakan bahasa sehari-hari. AI dapat membantu membuat ide tulisan, merangkum informasi, menyusun konsep presentasi, menerjemahkan teks, menjelaskan suatu materi, hingga membantu pekerjaan pemrograman. Dalam konteks ini, AI dapat dipandang sebagai asisten digital. Namun, hasil yang diberikan AI tetaplah harus diperiksa kembali karena walau bagaimanapun AI bukan merupakan satu-satunya sumber kebenaran mutlak yang selalu sempurna.

Apa Manfaat AI bagi Kehidupan Kita?

Pemanfaatan AI bagi kehidupan manusia antara lain jika teknologi ini digunakan dengan benar, maka dapat memberikan sejumlah manfaat yang nyata seperti:

·       Menghemat Waktu

AI dapat membantu menyelesaikan pekerjaan tertentu yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama. Misalnya, membuat rangkuman, mencari ide awal, mengelompokkan informasi, atau membantu menyusun dokumen.

·       Membantu Produktivitas

Pekerjaan administratif dan berulang dapat dibantu oleh teknologi ini sehingga manusia dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan, kreativitas, dan komunikasi.

·       Membantu Belajar

Teknologi AI dapat juga menjadi teman belajar yang fleksibel, dapat meminta penjelasan mengenai suatu materi dengan bahasa sederhana, meminta contoh, atau menggunakan untuk mendapatkan sudut pandang berbeda. Tetapi sebaiknya teknologi AI ini digunakan sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai jalan pintas kita untuk berhenti berpikir dan berinovasi.

·       Membuka Ruang Kreativitas

Kreativitas seorang Penulis, desainer, pembuat video, pelaku usaha, dan berbagai profesi kreatif dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mencari inspirasi dan membuat konsep awal. Melalui AI dapat digunakan untuk memperluas kemungkinan ide-ide lain yang sebelumnya belum terpikirkan. Namun dengan catatan bahwa AI tidak harus menggantikan kreativitas manusia, gunakan AI hanya sekedar alat bantu untuk efektivitas waktu saja tanpa harus menghilangkan ruang inspirasi dan kreasi itu sendiri.   

·       Mempermudah Pekerjaan Sehari-hari

Contoh kemudahan lain yang didapat dari teknologi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) adalah mulai dari mencari rute perjalanan hingga mengatur informasi, hingga dalam hal mengatasi kesulitan pekerjaan manusia teknologi ini sangat memungkinkan sekali dapat membantu berbagai aktivitas menjadi lebih praktis secara afisien waktu dan sumber daya.

Apakah AI Bisa Menggantikan Manusia?

Pertanyaan ini sering muncul setiap kali ada yang membahas terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). Maka jawabannya tidak sesederhana "Iya" atau "tidak". AI memang mampu mengambil alih sebagian tugas tertentu manusia, terutama pekerjaan yang sifatnya berulang dan dapat diproses berdasarkan pola dan sesuai keinginan. Namun kelebihan manusia memiliki kemampuan yang jauh lebih kompleks dibandikan dengan kecerdasan buatan ini. Manusia memiliki pengalaman, empati, nilai, tanggung jawab, intuisi, kreativitas, dan kemampuan dalam memahami konteks sebagai makhluk sosial yang tidak dapat begitu saja disamakan dengan mesin. Karena itu, persoalan yang lebih relevan bukan sekadar apakah AI akan menggantikan manusia. Namun pertanyaannya adalah: Bagaimana manusia dapat bekerja bersama AI?

Bagi seseorang yang memiliki kemampuan menggunakan AI secara efektif kemungkinan akan memiliki cara kerja yang berbeda dengan orang yang tidak dapat memanfaatkannya. Dengan kata lain, AI dapat menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan manusia, tetapi bukan untuk sebagai pesaing manusia.

Ada Manfaat, Ada Juga Risikonya

Dibalik berbagai manfaat tersebut, AI tetap memiliki risiko. Salah satunya adalah informasi atau data yang diberikan merupakan informasi yang tidak valid, Misinformasi, Disinformasi atau bahkan Malinformasi. Semisal AI selain memiliki kelebihan dalam menghasilkan jawaban yang terlihat meyakinkan padahal sebenarnya jawaban itu salah. Maka AI tidak akan dapat memahami itu sebuah kesalahan yang memiliki resiko. Sekali lagi karena prinsip AI bekerja berdasarkan kumpulan pola dan algoritma komputerisasi canggih menggunakan analisa melalui rumus kemungkinan berdasarkan kumpulan data yang diperolehnya lalu mentransformasikan data mentah tersebut menjadi bentuk yang lebih bermakna, sehingga memungkinkan seolah-olah AI dapat mengambil keputusan cerdas dalam skala besar. Pada komputer sistem ini disebut ALU (Analityc Logic Unit-bertanggungjawab melakukan operasi aritmatika dan logika), yaitu menerima input berdasarkan instruksi lalu mengeksekusinya menggunakan perhitungan bilangan biner dan memanipulasinya menggunakan gerbang logika, namun dalam penggunaan teknologi AI sistem ini jauh lebih canggih dari prinsip dasar ALU itu sendiri.

Terhadap masalah privasi juga tidak boleh diabaikan. Sebaiknya pengguna berhati-hati ketika memasukkan data pribadi, dokumen rahasia, informasi keuangan, atau data sensitif lainnya ke dalam layanan AI. Karena itu, informasi yang berkaitan dengan hukum, kesehatan, keuangan, pemerintahan, pendidikan, atau keputusan penting lainnya tetap perlu membutuhkan pertimbangan.

AI selain dapat digunakan membantu keperluan pekerjaan sehari-hari manusia juga dapat membuat gambar, suara, dan video yang sulit dibedakan dari keasliannya. Dibuktikan dengan banyaknya model aplikasi AI khusus membuat gambar dan video yang beredar saat ini. Hal inilah yang membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan terhadap literasi digital, dengan harapan dapat mengenali penyalahgunaan AI untuk kepentingan scamer maupun kriminal.

Tidak Harus Menjadi Ahli Teknologi

Setidaknya kita perlu mengetahui apa yang dapat dilakukan AI, apa keterbatasannya serta bagaimana menggunakan teknologi tersebut secara aman dan bertanggung jawab. Cara Menggunakan AI secara bijak tidak perlu takut menggunakan AI, yang penting adalah memahami batas dan cara penggunaannya. Beberapa kebiasaan sederhana bisa diterapkan adalah:

Pertama, Jangan langsung percaya pada semua jawaban AI, periksa informasi penting menggunakan sumber yang dapat dipercaya.

Kedua, Jangan memasukkan informasi rahasia sembarangan, data pribadi dan dokumen penting harus diperlakukan dengan hati-hati.

Ketiga, Gunakan AI untuk membantu berpikir, bukan berhenti berpikir, mintalah AI memberikan alternatif atau menjelaskan suatu masalah, kemudian gunakan pertimbangan sendiri untuk mengambil keputusan.

Keempat, Tetap mengedepankan kreativitas manusia, AI dapat memberikan banyak ide, tetapi pengalaman dan sudut pandang manusia tetap memiliki nilai yang tidak kalah penting.

Kelima, Gunakanlah teknologi secara bertanggung jawab, jangan menggunakan AI untuk menipu, menyebarkan informasi palsu, mengambil karya orang lain tanpa izin, atau merugikan pihak lain.

Catatan Penting: AI Akan Semakin Dekat Dengan Kehidupan Manusia

1.    Perkembangan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Tidak Akan Berhenti

Kemampuan AI kemungkinan akan terus berkembang dan semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Kita akan melihat AI mulai diterapkan dalam pendidikan, pekerjaan, transportasi, pelayanan publik, bisnis, industri kreatif, hingga berbagai layanan rumah tangga. Karena itu, memahami AI bukanlah hanya kebutuhan bagi seorang programmer atau seorang yang bekerja di perusahaan teknologi, masyarakat umum juga perlu memahami cara kerja dan cara menggunakan AI.

 

2.     AI Adalah Alat, Manusia Tetap Pengendalinya

Teknologi AI telah mengubah banyak hal tanpa harus selalu terlihat. Ketika kita mendapatkan rekomendasi video, menggunakan navigasi, mengambil foto, menerjemahkan bahasa, atau meminta bantuan chatbot, teknologi kecerdasan buatan itu ternyata sedang bekerja di balik layar. Kehadiran AI memang membawa banyak peluang, pekerjaan dapat menjadi lebih efisien, proses belajar dapat menjadi lebih fleksibel, dan berbagai aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih mudah. Namun, teknologi tetaplah sebuah alat. Manusia tetaplah menjadi pihak yang menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan. Karena itu, untuk menghadapi perkembangan AI sebaiknya bukan dengan rasa takut berlebihan, tetapi juga bukan dengan menerima semua kemampuannya tanpa berpikir. Sikap yang paling tepat adalah terbuka terhadap teknologi, kritis terhadap informasi, dan bijak dalam menggunakannya. Sebab pada akhirnya, masa depan AI bukan hanya ditentukan oleh seberapa pintar mesin yang diciptakan, tetapi karena seberapa bijak manusia dalam memanfaatkannya.

15 January 2026

Luangkan Waktu Merenung Walau Sejenak

Keinginan manusia yang super sibuk dengan pekerjaannya tidak dapat diukur berdasarkan kemampuan imajinasi yang dimilikinya. Sumber inspirasinya berasal dari tekad dan cita-citanya demi sebuah tujuan untuk kelayakan hidup yang didambakan baik secara pribadi maupun oleh yang memotivasinya. Satu kalimat "demi dan untuk" seakan menjadi sesuatu prioritas yang melebihi apapun.

"Demi keluarga", untuk masa depan anak-anak. Demi sebuah status sosial, untuk membuktikan diri pada mereka yang meragukan. Demi sebuah mimpi, untuk mewujudkan warisan abadi. Frasa ini menjadi mantera pribadi yang diulang setiap kali matahari terbit dan sebelum kepala menyentuh bantal. Ia adalah bahan bakar yang menggerakkan mesin yang hampir kehabisan tenaga, pencahayaan di ujung terowongan yang terasa tak berujung.

Namun, dalam laju kehidupan yang serba cepat ini, seringkali ada yang terlupakan. Manusia yang berlari demi tujuan, kadang lupa menikmati perjalanan. Ia begitu fokus pada puncak gunung hingga tak menyadari keindahan lembah yang dilewatinya. Waktu yang seharusnya dihabiskan dengan tawa bersama orang tersayang, tergantikan oleh dentingan notifikasi email. Kesehatan yang menjadi modal utama, dikorbankan demi satu jam lembur lagi. Jiwa yang haus akan inspirasi dan kedamaian, justru dipaksa menenggah aspal dan kebisingan kota.

Paradoksnya, tujuan utama dari semua perjuangan itu—kelayakan hidup dan kebahagiaan—justru bisa terkikis dari dalam. "Demi dan untuk" yang semula menjadi pendorong, perlahan bisa berubah menjadi penjara yang membelenggu. Kebahagiaan ditunda untuk "nanti", kesuksesan diukur dari materi, dan hubungan interpersonal menjadi transaksional. Manusia itu berubah menjadi mesin pencapai tujuan yang efisien, tetapi kehilangan esensinya sebagai manusia yang merasakan.

Maka, di sinilah letak kunci sejatinya. Kebijaksanaan sejati bukanlah tentang menghentikan perjuangan, melainkan menemukan keseimbangan. Ia adalah kemampuan untuk menyadari bahwa perjalanan "demi dan untuk" itu tidak harus ditempuh dengan cara mengorbankan diri. Sejenak berhenti bukan berarti menyerah, melainkan cara untuk mengisi ulang bahan bakar. Menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak produktif—seperti menatap awan, berjalan tanpa tujuan, atau sekadar mendengarkan musik tanpa gangguan—bukanlah pemborosan waktu, melainkan investasi untuk kesehatan mental dan spiritual.

Pada akhirnya, kehidupan yang layak dan didambakan bukanlah sekadar titik akhir yang harus diraih dengan susah payah. Ia adalah sebuah proses yang terus berjalan, sebuah kanvas yang dilukis setiap hari dengan warna-warni kesibukan, ketenangan, ambisi, dan syukur. Jadi, biarkanlah "demi dan untuk" menjadi kompas yang memberi arah, tetapi jangan biarkan ia menjadi satu-satunya peta yang kau ikuti. Karena kadang, jalan terindah menuju tujuan adalah jalan yang memungkinkanmu untuk menikmati setiap langkahnya.

14 July 2015

Melawan Lupa

Manusia diciptakan dengan kesempurnaan fisik yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan lainnya, salah satunya yaitu panca indra yang memiliki berbagai fungsi. Sudah sepatutnya kita bersyukur atas penciptaan yang sempurna tersebut dengan memaksimalkan fungsi-fungsi yang kita miliki sejak dari lahir.

Indra yang paling unik diantara indra-indra lainnya adalah akal (dalam hal ini otak / brain). Otak terdiri dari jutaan sel syaraf yang bekerja tiada hentinya selama aktivitas tubuh masih bekerja. Kinerja otak tersebut yang selama ini kita kenali memiliki kemampuan berfikir realistis terhadap berbagai masalah kehidupan bahkan kemampuannya dalam berhalusinasi tentulah menjadi kunci utama organ manusia dalam mencapai berbagai keinginan dan kebutuhan baik fisik maupun non fisik.

Hasil cipta dan karya manusia yang tercipta ternyata didominasi oleh kinerja otak dari berbagai bidang hasil cipta karya yang dihasilkan tentunya dapat dijadikan tolak ukur kemampuan antara sesama manusia dalam hal memperoleh keinginan yang diharapkan selama hidup didunia. Baik dalam hal perlombaan olahraga, pesaingan kerja, peperangan perebutan kekuasaan bahkan sampai tahap bagaimana mengalahkan alam. Semua terjadi menurut hasil olah pikir otak manusia berdasarkan kemampuan masing-masing.

Dengan kemampuan yang luar biasa tersebut tentunya kinerja otak semakin lama akan semakin melemah seiring waktu berjalan dan seiring usia tubuh manusia yang semakin menua, jika tidak kita rawat dengan seksama. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan dapat saja terjadi pada setiap otak manusia yang tidak terawat dengan baik.

Lalu bagaimana agar kesehatan otak kita dapat terjaga dengan baik sehingga kita tidak disebut sebagai manusia pelupa? Cara termudah melawan lupa adalah dengan cara otak kita ajak untuk selalu berfikir positif terhadap barbagai macam persoalan-persoalan yang dihadapinya. Tentu tidak mudah tapi dengan selalu berusaha mengasah otak ke hal yang positif mudah-mudahan otak kita akan tetap terjaga kemampuannya.

Jangan kotori otak kita dengan pikiran-pikiran yang berkonotasi negatif yang akan melemahkan fungsi dan kinerja otak kita yang seharusnya baik akan menjadi tidak baik, selalu berfikirlah positif karena otak kita memang diciptakan untuk melakukan hal-hal yang baik.

19 March 2013

Apa Bedanya Antara Iklhas dengan Sabar

"Kesabaran ada batasnya" Kalimat yang tidak asing ditelinga kita.
"Ikhlaskan saja .......". Juga kalimat yang berkonotasi sama yang sudah tidak asing lagi ditelinga.

Adakan perbedaan antara 'sabar' dan 'iklhas'?.
Sebagian menganggap ada perbedaan yang jauh dari makna dan arti ke dua kata tersebut. Sudah pasti berbeda jika dimaknai kata per kata, namun jika dimaknai dengan bersamaan dua arti kata tersebut hampir mendekati persamaan. Seseorang sedang mengalami permasalahan di keluarganya dan hampir terjadi perceraian, ada sebuah ucapan dahsyat keluar dari mulutnya "Kesabaran ada batasnya......dst!.

Pemaknaan arti kalimat sabar yang terucap tentu sangat berbeda jauh dengan arti kata ikhlas. Dipihak lain seseorang sedang mengalami suatu kehilangan yang berarti dalam hidupnya, "Ikhlaskan saja......dst. Sudah barang tentu kita dapat menebaknya makna yang terucap dari kalimat tersebut.

Dua kata sabar dan ikhlas jika dimaknai bersamaan artinya, jika kita sedang mengalami suatu kondisi yang didalamnya mengharuskan kita untuk merasakan sabar dan ikhlas itulah yang menjadi pertanyaan. Apakah harus dimaknai terpisah ataukah secara bersamaan? Misalnya dilema kebutuhan ekonomi yang melanda kas keuangan keluarga kita sedang kacau. Mungkin hal tersebut lebih tepat disebut sebuah dilema yang harus segera diatasi secepatnya karena menyangkut nasib hidup sebuah keluarga. Sedangkan kondisi pekerjaan tidak menentu ditambah dengan sumber  pemasukan yang kian tidak menentu. Ada pesan-pesan moral yang sering terucap dari mulut kawan dekat kita, yang mengharuskan kita bersabar dalam menghadapinya, dan ikhlas dalam menjalaninya. 

Pemaknaan inilah yang menjadi pertanyaan sekarang, dimanakan letak perbedaan ke dua kata tersebut jika harus dihadapkan oleh situasi yang sangat tidak menentu, seperti prahara rumah tangga, masalah keuangan, masalah pekerjaan dengan mitra kerja, dan sebagainya. 

Mungkin ada sisi lain yang mungkin dapat ditelaah dari pemaknaan kata-kata tersebut. Jika perbedaan dua kata tersebut harus berbeda dengan situasi yang berbeda, mungkin hal itu sudah pasti mudah dicerna, tapi jika suatu kondisi yang terjadi seperti di atas sedang kita alami, mungkinkan ada perbedaan diantara ke dua kata tersebut? 

Ada kesimpulan kecil yang mungkin dapat diambil sebagai catatan kecil. Tergantung kondisi seseorang tersebut dalam menghadapi segala permasalahan yang dihadapinya, dan tergantung dari pribadi masing-masing dalam menempatkan makna kata yang hampir selalu bersamaan dibawa ke sebuah permasalahan yang terjadi. 

Sebuah kata bijak "Tuhan bersama orang-orang yang sabar...," dan keikhlasan selalu berbuah kebahagiaan. 
Semoga bermanfaat.

1 February 2013

Meraih Kebebasan Finansial

Siapapun pasti ingin meraih kebebasan secara finansial. Berdasarkan buku yang penulis baca yaitu ajaran klasik "The Richest Man in Babylon" karya Goerge S. Clason menjelaskan bahwa ada kalimat yang menarik untuk dipahami adalah : "sebagian dari seluruh pendapatanmu harus disisihkan untuk diri sendiri". Dengan arti kata yang dapat penulis pahami adalah menabung maupun berinvestasi, dan menurut penulis sendiri hal tersebut adalah suatu keharusan dan sebagai tujuan mutlak ke masa depan yang harus diperhatikan dan harus diperjuangkan.

Lalu berdasarkan ajaran yang lebih klasik lagi yaitu, "sebagian kecil hartamu ada hak orang lain yang harus disampaikan". Memang tidak ada hubungannya dengan ajaran yang telah dibukukan oleh para pakar seperti penulis buku tersebut maupun pakar-pakar lainnya. Apa kaitannya dengan meraih kebebasan secara finansial dengan memberikan sebagian kecil harta kita kepada orang lain, sedangkan secara matematika hal  itu tentu akan menyusutkan nilai aset yang telah lama dikumpulkan. Apakah kontribusinya untuk aset kita jika harus memberikan sesuatu milik kita kepada orang lain?

Masih berdasarkan judul di atas, artinya agar bebas secara finansial, kita dianjurkan menyisihkan kurang lebih 10% dari total penghasilan selama bekerja. Cara  inilah yang dimaksudkan cara klasik menurut buku tersebut sehingga muncullah falsafah menabung "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit (banyak)". Cara ini kerap diajarkan setiap orang tua kepada anak-anaknya yang masih kecil untuk belajar menabung agar berefek positif kepada penghematan kebutuhan yang bersifat materi (uang).

Dan kaitannya pada paragrap kedua dengan maksud kebebasan finansial yang diajarkan menurut cara klasik tersebut adalah pembentukan karakter agar pandai memenejemen keuangan serta pendidikan kepribadian bersifat sosial terhadap orang lain. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ke dua hal yang bersifat pendidikan tersebut telah diajarkan oleh orang tua kita sejak kita masih kecil?

Lalu apakah adanya sifat pelit yang dimiliki oleh seseorang karena tidak diajarkannya kedua pendidikan tersebut sejak kecil? Sepertinya sedikit atau bahkan tidak ada orang tua yang mengajarkan anaknya untuk bersikap pelit terhadap orang lain. Hanya saja mengapa hal tersebut bisa terjadi dan banyak sekali orang-orang disekitar kita mengalami hal tersebut. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Umumnya hanya satu sisi dari segi pendidikan yang diajarkan oleh para orang tua kepada anaknya yaitu, diajarkan untuk berbagi kepada teman sepermainanya ketika si anak memiliki sesuatu seperti makanan. Itupun terbatas kepada teman-teman dekatnya atau saudara-saudaranya sekandung. Pendidikan inilah yang kerap kali kita dapati sejak masih kecil hingga diharapkan kelak dewasa nanti akan membuat si anak memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap orang lain. Namun orang tua kita tidak hanya sekedar mengajarkan anaknya sifat-sifat kesosialan saja, tetapi juga pendidikan akhlak, mengajarkan untuk saling menghargai orang lain dan sebagainya. Yang pada intinya mendidikan anak untuk dapat menjadi manusia yang memiliki jiwa yang manusiawi.

Meraih kebebasan secara finansial merupakan inti masalah manusia ketika manusia tersebut sudah memiliki rasa kebutuhan maupun keinginan akan sesuatu kepuasan yang bersifat materi dan immateri. Dan dalam hal pemenuhan kebutuhan tersebut berbeda-beda cara pun dilakukan manusia untuk meraihnya, dan seolah-olah manusia itu sadar dengan sendirinya bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya harus melalui dan melakukan sesuatu kerja yang optimal. Konsep pendidikan yang diajarkan oleh orang tua kita sebenarnya merupakan dasar-dasar yang secara alamiah tertanam di jiwa kita ketika menginjak usia dewasa. Hanya saja kita sering kali terlupa akan konsep-konsep yang diajarkan tersebut walaupun hanya sekedar mengingatnya saja. Sepertinya jika harus dibilang jurus, alangkah baiknya jika jurus tersebut kita namanaya back to basic, "from zero to hero".

Yang menjadi kesimpulan secara sederhana adalah "kerja keras akan membuahkan hasil", "bangkit dari kegagalan baiknya menjadi motivasi", apatisme dilawan dengan optimisme", dan mensyukuri apapun yang telah terjadi, baik itu bagus maupun tidak. Namun semangat untuk meraih kebebasan yang dituju tidak lepas dari visi dan misi sepanjang kebebasan secara finansial tersebut belum tercapai ditangan.

Setiap keberhasilan atas suatu perjuangan ada syarat-syarat yang harus dilalui, dan setiap keberhasilan sebuah penghasilan ada pula syarat-syarat yang harus dipenuhi. Rasa ingin berbagai sebenarnya menjadi naluri alamiah sejak manusia lahir, namun desakan secara materiil yang menggelapkan pandangan kita akan nikmatnya berbagi kepada orang lain. Kita dapat lalui hal itu dengan rasa cinta dan rasa sayang terhadap manusia, bukan berpikir individualisme saja. Anjuran untuk berbagi atas apa yang telah kita dapatkan adalah refleksi wujud kebersamaan untuk berbagi kepada yang kurang mampu, yang artinya secara tidak langsung rasa syukur itu selalu kita lakukan atas sesuatu kemurahan yang diperoleh.

Dan secara psikis akan mensucikan jiwa kita dari hal-hal yang berbau individualisme, dan secara hukum alam yang tidak terjemahkan justru akan semakin membuka lebar pintu rejeki kita ke arah masa depan. Satu syarat yang sangat sederhana sekali, menyisihkan walaupun 10% dan berbagai atas hasil walaupun 2.5% sepertinya syarat ini sudah cukup bagi kita untuk menikmati kebebasan secara finansial. Semoga bermanfaat.

5 January 2013

Belajar Dengan Bayi

Setiap manusia pernah menjadi bayi dan pernah menjadi bayi (anak kecil), proses ini menjadi rahasia tuhan tanpa ada yang mengetahui sejak kapan berlangsungnya. Setelah bayi dilahirkan hingga tahun pertama, bayi perlu ekstra bimbingan dalam rangka mendidik dan membesarkan secara fisik, karakter, mental dan sebagainya yang itu menjadi tanggung jawab si orang tua selaku yang diamanatkan untuk mendidiknya. Orang tua yang mendidik anaknya bertujuan untuk mengenalkan ilmu dunia dan akhirat kepada si anak agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan hidup kedua orang tuanya. Setiap orang tua yang mendidik anaknya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengenalkan ilmu-ilmu yang ada sebagai pelajaran kehidupan si anak.

Saat ini kemajuan teknologi yang semakin maju kian mendukung dalam mencari dan mempelajari cara-cara maupun metode-metode untuk mendidik anak menjadi yang diharapkan. Media internet yang semakin mudah diakses menjadi peran penting dalam menambah wawasan orang tua dalam mendidik anaknya. Tidak hanya dunia internet saja, media masa-media masa pun selalu menayangkan acara-acara yang bersifat mendidik, bahkan buku-buku yang khusus mempelajari pendidikan anak pun sekarang mudah didapatkan. Orang tua yang memahami pentingnya pendidikan bagi anak tentu akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengajarkan anaknya agar menjadi insan yang beradab.

Anak kecil, sebut saja balita memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari sikap yang dilakukannya terhadap sesuatu atau mainan yang di sukai. Terlebih lagi jika mainan tersebut telah menjadi idola bagi si anak. Rasa memiliki yang tinggi sehingga enggan untuk berbagi adalah menjadi ciri khas anak balita. Namun sebagian orang tua yang lain sikap tersebut bukan hal yang wajar dilakukan oleh anak kecil atas dasar alasan tertentu. Maka dapat dikatakan wajar jika perilaku tersebut dimiliki oleh si anak, namanya juga anak kecil yang belum memiliki penalaran.

Justru hal yang tersebut dapat kita jadikan pelajaran yang berarti jika kita mau mengamati lebih mendalam lagi, apakah sifat-sifat anak yang terlihat dari perilakunya dapat kita jadikan pelajaran bagi orang dewasa. Lebih jelas lagi jika hal itu dapat terjemahkan dalam bentuk perilaku bagi orang dewasa. Misalnya sikap memiliki yang tinggi si anak akan sesuatu yang ia sayangi dapat kita duplikasi menjadi sebuah bentuk kepribadian bagi orang dewasa jika telah membina rumah tangga. Rasa memiliki yang tinggi itulah patut dicontoh bagi orang dewasa. Bukan berarti memiliki sikap pelit terhadap sesuatu benda yang disayanginya, namun muatan sosialnya yang perlu ditiru. 
 
Contoh yang lain jika si anak berlari tanpa melihat sesuatu di depannya berbahaya atau tidak. Bagi orang tua dewasa tentu hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang ekstra tinggi, karena kekhawatiran akan hal tersebut terjadi, si anak yang sudah dapat berjalan bahkan berlari sampai ke jalanan yang kebetulan sedang ramai kendaraan berlalu lalang. Hal ini menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua. Tergantung bagaimana orang tua mengawasi perilaku bermain si anak ketika sedang bermain di luar rumah. 
 
Hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah dalam hal sikap totalitas melakukan sesuatu yang ada. Mungkin hal ini dapat ditemukan dalam dunia pekerjaan yang sedang kita jalani. Bagaimana sikap totalitas serta loyalitas yang tinggi perlu dimiliki oleh orang dewasa. Anak kecil tentu tidak akan paham dengan bahaya yang akan dihadapinya ketika ia menyeberang jalan tanpa melihat situasi sekitarnya. Dan tanpa memikirkan resiko besar atau tidak sudah pasti si anak akan terus berlari hingga sampai pada tujuannya.
 
Bagi orang dewasa sikap tersebut tentunya dapat menjadi referensi yang baik dalam hal menyelesaikan sesuatu masalah apapun yang dihadapinya. Tentunya dalam hal yang lainnya kita sebagai orang dewasa akan lebih memahami sikap-sikap anak kita yang menurut orang dewasa masih perlu bimbingan dan pengawasan. Namun dibalik sikap-sikap anak kecil tersebut terselip bahan pelajaran bagi kita sebagai orang yang telah dewasa. Dan tentunya masih banyak bahan pelajaran-bahan pelajaran yang dapat kita jumpai.
semoga bermanfaat.

12 December 2012

Cegukan

Dalam bahasa medis cegukan disebut sebagai hiccup, adalah fenomena yang melibatkan sistem saraf dan pernafasan, yang tujuannya sampai kini belum diketahui. Istilah hiccup muncul dan digunakan orang untuk menirukan suara yang dikeluarkan saat cegukan. Istilah lainnya adalah Singultus berasal dari bahasa latin singult, yang berarti menarik nafas saat seseorang sedang terisak-isak. Sebenarnya ketika seseorang cegukan yang terjadi adalah kontraksi otot-otot pernapasan. 

Diafragma dan otot-otot diantara tulang rusuk menyebabkan gerakan menarik nafas. Namun diikuti pula dengan menutupnya katup saluran nafas (glotis) secara tidak normal dan secara tiba-tiba sehingga mengeluarkan suara yang disebut sebagai cegukan. Biasanya cegukan muncul 6 sampai 60 kali per menit dengan interval cukup teratur dan berlangsung beberapa menit saja. Namun ada kalanya bertanyan lebih dari 48 jam, dan bisa pula hingga berhari-hari.

Cegukan dapat dialami oleh siapa saja, dari janin dalam kandungan, anak-anak sampai orang dewasa dapat mengalami cegukan. Meski demikian, konon anak-anak lebih sering mengalami cegukan dibandingkan orang dewasa. Menurut analisa medis, terjadinya cegukan melibatkan refleks pada saraf frenikus dan saraf vagus yang ada di daerah diafragma (otot pernafasan utama yang terletak antara dada dan perut). Penyebab cegukan yang bersifat sementara biasanya terjadi karena peregangan saluran cerna, minuman berkarbonasi, banyak menelan udara, alkohol, merokok, stress dan tertawa yang berlebihan. Iritasi pada saraf vagus dan frenikus merupakan penyebab terbanyak.

Benda asing yang berada di daerah telinga pun ternyata dapat menyedi penyebab cegukan, karena ada salah satu cabang saraf vagus di daerah itu. Selain itu kelainan seperti peradangan pada tenggorokan dan tumor dapat juga menstimulasi serabut saraf yang ada didaerah tersebut yang juga merupakan cabang saraf vagus

Berbagai kelainan diafragma juga dapat mendasari timbulnya cegukan, seperti hernia hiatus, reflux gastroesofagus, abses subfenikus, serta manupulasi diafragma selama pembedahan. Penyebab lain yang juga mungkin adalah penyakit sistem saraf pusat yang mengganggu refleks cegukan. Dapat pula berupa infeksi, tumor, maupun kelainan pembuluh darah. Kondisi uremia yang dialami pasien gagal ginjal, juga dapat menjadi penyebab. Selain itu faktor psikogenik pun perlu dipertimbangkan.

Untuk menghilangkan cegukan secara teoritis adalah dengan mengupayakan adanya interupsi lengkung refleks cegukan, seperti :
  • Kadar karbondioksida tinggi dalam darah dapat melumpuhkan cegukan. Caranya dengan bernafas dalam sebuah kantong kertas. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan cukup kuat, sampai wajah memerah. Lakukan dengan cepat, dan usahakan kantong kertas tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalamnya. Jadi udara yang dihirup adalah karbondiaoksida.
  • Teknik lain meningkatkan kadar karbondioksida adalah dengan menahan nafas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasa akan datang. Lakukan sebanyak dua sampai tiga kali, kemudian tarik nafas dalam-dalam lalu mulai lagi cara tersebut sampai beberapa kali.
  • Ada pula yang menyarankan menahan nafas selama mungkin, kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin, atau dengan menahan nafas dengan kepala menengadah.
  • Menelan satu sendok teh gula pasir kering dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diduga gula dalam mulut akan mengirimkan sinyal melalui serabut saraf yang akan mengganggu lengkung refleks cegukan.
  • Minum air dalam posisi membungkuk, lakukan pijatan ringan dengan jari telunjuk pada kedua sisi leher, tarik nafas dalam, minum 10 tegukan air saat tidak bernafas, membungkuk bernafas, membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh ibu jari kaki selama 60 menit, adalah cara lain untuk menghilangkan cegukan.
Bila cegukan tidak hilang dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan otab sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan antara lain adalah chlorpromazin, metoclopramid, baclofen, antikonvulsan. Juga obat lain seperti quinidine, amitriptillin, dan marijuana. Penggunaan obat-obatan ini harus dengan petunjuk dokter, karena obat-obatan tersebut juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Bila dengan obat-obatan tersebut cegukan tetap bertahan juga, dapa pula dicoba dengan terapi hipnotis dan akupuntur.

Anestesi dengan ventilasi tekanan positif dan pelumpuh otot, dilaporkan bisa menghentikan cegukan. Sebagai senjata terakhir, bisa dilakukan tindakan pembedahan untuk menghancurkan atau memblok nervus frenikus. Cara ini telah dilakukan pada beberapa kasus cegukan yang tidak teratasi dengan berbagai cara seperti di atas. Sumber : Dr. Novan Harun.

7 December 2012

Menjaga Kesehatan Telinga

Telinga merupakan indera yang vitas bagi manusia, selain berfungsi sebagai alat pendengaran fungsi lain dapat dijadikan alat untuk menyerap ilmu pengetahuan. Namun apa jadinya jika alat pendengaran kita tersebut mengalami masalah?. Sudah tentu akan menjadi pekerjaan tambahan bagi kita dalam perawatan indera tubuh untuk yang satu ini. Umum masalah yang dialami oleh telinga adalah berdengung atau bising. Tentu dalam menjalani aktivitas sehari-hari akan menjadi terganggu, maka jika hal ini dialami oleh salah satu atau keduanya segeralah mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter spesialis THT agar ditemukan solusi terbaiknya.

Gangguan telinga daalam istilah medis kedokterannya disebut tinnitus yang merupakan salah satu gejala dari beberapa penyebab gangguan telinga yang terjadi akibat adanya infeksi pada telinga. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan telinga berdengung bahkan berair adalah adanya benda asing yang secara sengaja atau tidak masuk hingga melukai area dalam telinga atau juga diakibatkan karena suara yang terlalu keras. Hal lain pula dapat dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan kita yang tidak stabil, seperti mengalami stress. 

Tinnitus dapat terjadi ketika seseorang mengalami kondisi kejiwaan yang tidak normal, tertekan oleh beban masalah hidup yang dipikirkan, depresi dan sebagainya. Gejala stress yang terjadi seperti perasaan cemas yang berlebihan serta sering bersikap emosional dan diluar kontrol sangat mempengaruhi terhadap terjadinya tinnitus pada telinga. Sebab lain karena alergi dapat menjadi penyebab lain dari tinnitus ini. Alergi dapat menjadi pemicu timbulnya lendir pada bagian tengah telinga. Dan bila kondisi demikian tidak segera diatasi maka akan dapat menyebabkan tekanan yang lebih besar lagi dan jika kondisi tersebut dibiarkan secara terus menerus maka bukan mustahil infeksi dalam telinga akan menjadi lebih parah lagi.

Kemungkinan lain yang belum banyak diketahui adalah meniere's diease yang merupakan gangguan telinga di bagian dalam telinga. Untuk diketahui, selain sebagai alat pendengaran telinga pun berfungsi dalam mempengaruhi keseimbangan tubuh. Dimana Meniere's diease ini dapat dilihat dari kondisi telinga yang sedang berdengung. 

Untuk menjaga agar alat pendengaran kita tetap sehat adalah dengan memeriksakan sesegera mungkin ketika telinga kita mengalami masalah seperti, selalu berdengung bahkan sampai mengeluarkan lendir. Dengan memeriksakan diri ke dokter spesialis merupakan langkah yang tepat untuk mengetahui apakah gangguan pada telinga kita tersebut merupakan tinnitus atau hanya gangguan biasa. Dan yang perlu diwaspadai adalah jika telinga kita berdengung dalam waktu lama dan tidak hilang, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter, dikhawatirkan ada gangguan lain pada telinga kita. Dari berbagai sumber.

6 December 2012

Merawat Tubuh Setelah Melahirkan

Bagi kaum wanita yang terlahir dengan fitra melahirkan tentu memiliki masalah tentang bentuk tubuh, apalagi bagi wanita yang pasca melahirkan anak tercintanya. Bagi kebanyakan wanita yang bergelut dalam dunia kerja tentunya hal ini menjadi masalah yang harus segera di atasi, karena selain menjaga keindahan tubuh agar tetap terlihat menarik, juga dapat menambah rasa sayang terhadap pasangan hidupnya.

Wanita yang telah melewati masa kelahiran secara alami bentuk tubuh pasti akan berubah, terutama pada bagian perut yang mudah sekali terlihat. Selain itu kulit akan menjadi lebih kendur bahkan sampai terlihat kusam dan terkesan kasar jika di raba. Oleh karena sifat elastis yang dimiliki oleh pigmen kulit tersebut maka kendurnya pada permukaan kulit setelah melahirkan dikarenakan adanya peregangan kulit oleh sebab terjdinya peningkatan berat badan semasa kehamilan dan akhirnya dapat berakibat munculnya garis-garis berwarna agak kehitaman pada sekitar kulit perut yang mengendur. Efek lain dari pasca kelahiran, struktur kulit yang sebelumnya halus kini menjadi bergaris kasar dan terlihat pecah pada permukaan kulit, bila dapat diumpamakan seperti kulit jeruk. Dan peristiwa tersebut pasti terjadi pada wanita setelah melahirkan.

Untuk dapat memulihkan kondisi tersebut kembali normal, banyak kaum wanita melakukan perawatan kulit dan tubuh, ada yang secara tradisional seperti minum jamu, ada pula yang sampai melakukan terapi dengan alat yang modern. Sebenarnya dengan melakukan perawatan yang sederhana saja kondisi tersebut akan berangsur kembali normal, cukup dengan melakukan olah raga secara rutin minimal tiga kali dalam satu minggu, atau minum ramuan herbal yang aman bahan kimia seperti jamu. Namun diajurkan minum jamu ramuan sendiri agar kualitas higienis jamu tersebut tetap terjamin. 

Selain itu juga dapat menjaga pola konsumsi dengan memperbanyak makan buah dan sayuran, karena konsumsi makanan ini sangat bagus untuk wanita yang sedang menyusui, agar kualitas ASI untuk si bayi dan upayakan menghindari mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung bahan-bahan kimiawi, agar kualitas ASI tidak terkontaminasi oleh bahan-bahan tersebut. Kemudian menjaga pola makan tetap sehari tiga kali dengan porsi yang sedikit dikurangi serta menjaga kebersihan tubuh setiap hari. 

Bagi kaum wanita dalam upaya mengembalikan bentuk tubuh agar terlihat ramping pasca melahirkan memang memerlukan ketekunan serta keseriusan, dan tidak jarang pula ada wanita yang setelah melahirkan mengabaikan bentuk tubuhnya yang berubah dengan alasan tidak mau repot dan sebagainya. Namun hal ini tidak dapat berlaku bagi wanita yang telah berkecimpung dengan dunia kerja (karir) terutama dunia fashion atau entertaiment, yang mengharuskan penampilan adalah menjadi prioritas utama bagi kepentingan publik.

Tips agar dapat terjaga dan sekaligus mengembalikan bentuk tubuh seperti semula harus dengan menjaga pola makan, seperti tidak makan setelah pukul tujuh malam, berkonsultasi dengan bidan untuk perawatan kesehatan dan bila perlu konsultasi dengan spesialis kulit dan kecantikan agar dapat menambah pengalaman, atau juga dapat menambah wawasan dengan referensi dari buku-buku tentang perawatan ibu setelah melahirkan, dari majalah-majalah atau internet.

Dan untuk mengembalikan kondisi berat badan pasca melahirkan, hendaknya melakukan perawatan tubuh dengan tetap rajin berolah raga ringan setiap hari dan tetap berkonsultasi kepada dokter ahli yang sebelumnya menangani atau melakukan perawatan ketika waktu hamil. Karena pasca melahirkan seorang wanita tidak diperbolehkan melakukan diet dengan maksud untuk pelangsingan tubuh, sebab akan berakibat buruk pada kelancaran ASI si bayi. Yang menjadi catatan penting  adalah, jangan terbebani dengan perubahan bentuk tubuh pasca melahirkan, karena secara alamiah akan kembali normal seperti semula walau tidak sepenuhnya. Hanya dengan melakukan perawatan tubuh secara rutin perubahan tersebut akan kembali seperti semula. Berdasarkan Sumber Forher.

3 December 2012

Tips Agar Tetap Modis

Fashion dalam kehidupan dunia wanita merupakan hal yang penting, karena setiap wanita ingin tampil sempurna dengan fashion dan tidak mau dibilang ketinggalan zaman. Hal ini dapat dilihat kegemaran wanita dalam memperhatikan gaya dunia fashion, bahkan sampai fashion yang dikenakan kaum selebritis pun tidak luput dari pantauan wanita. Dan tidak jarang pula wanita rela mengerluarkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk dapat tampil sempurna dengan fashion yang sedang tren. Itulah wanita, yang ingin selalu tampil cantik, sempurna, anggun dan indah dipandang, jadi tidak mengherankan jika wanita sangat cinta dengan dunia fashion.

Apakah tampil modis harus selalu mengikuti perkembangan fashion yang sedang ngetrend? tentu saja tidak. Tidak dapat diakui memang wanitalah yang gampang sekali terpengaruh dengan dunia fashion, namun sebenarnya wanita dapat tetap tampil modis tanpa harus mengikuti fashion yang sedang tren, yaitu dengan cara menjaga kerapihan dan memperhatikan penampilan agar tetap cantik, cukup dengan tampil apa adanya, tapi tetap modis. 

Banyak wanita sekarang yang hanya mengikuti fashion tanpa berfikir, apakah hal itu pantas digunakan oleh dirinya. Padahal tidak selamanya wanita harus mengikuti dunia fashion, karena wanita sebenarnya lebih pandai memilih dan memilah fashion yang pantas serta cocok buat dirinya sendiri. Dan wanita sebenarnya dapat mengenakan pakaian yang sudah lama tidak dipakai, bahkan justru itu dapat menjadi pelopor tren fashion.

Dengan selalu memperhatikan keserasian, kecocokan, dan kerapihan, adalah cara sederhana dalam berpenampilan agar tetap tampil modis. Sumber 4her.

Batik Cermin Budaya Bangsa

Batik merupakan salah satu ciri khas atau simbol kebudayaan bangsa indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain, keberadaannya pun telah diakui oleh dunia. Sejak keberadaannya diterima dimata dunia, dan diresmikan oleh PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, sebagai warisan dunia pada tahun 2009 lalu, jumlah pemakai batik telah berkembang pesat dan menjadi salah satu icon spesial dimasyarakat indonesia karena cocok digunakan diberbagai macam acara, baik acara biasa sampai acara resmi atau kenegaraan.


Kelestarian batik memang perlu dijaga agar tidak diklaim oleh negara lain, atau yang lebih menyedihkan lagi jika batik punah, dalam artian tidak lagi membudaya dimasyarakat kita apalagi di masyarakat dunia. Dengan berkembangnya dunia fashion, ternyata pengrajin batik tidak mau pula ketinggalan dalam perkembangan fashion terserbut, selain untuk mengangkat nama bangsa juga untuk memasyarakatkan batik sampai ke negara lain yang belum sepenuhnya mengenal batik. Bahkan keberadaan sentra kerajinan batik di berbagai daerah di tanah air mampu menyerap lapangan kerja yang cukup besar, sehingga secara otomatis mampu mengurangi dampak pengangguran.

Selain itu batik juga dapat dikolaborasikan dengan model pakaian yang sedang tren sekarang. Hal ini dilihat dari corak warna serta kombinasi desain yang diaplikasikan dengan corak batik ternyata semakin mempercantik pakaian itu sendiri. Salah satu contoh perpaduan batik etnik jawa dengan lampung misalnya. Perpaduan brokat pada bagian pinggang yang dirancang sebagai gaun pesta akan semakin cantik bagi yang memakainya, dan sangat cocok digunakan sebagai gaun pesta. Dan masih banyak lagi perpaduan-perpaduan batik dengan corak lain diseluruh daerah yang ada.

Sebagai pilar budaya bangsa pengrajin batik berupaya untuk mensejahterakan masyarakat dan khususnya industri pengrajin batik itu sendiri. Jogyakarta tepatnya di Imogiri merupakan pangsa pengrajin batik besar yang kebanyakan pengrajinnya adalah wanita. Pekerjaan membuat batik di daerah tersebut sudah merupakan mata pencaharian yang dapat menghidupi kebutuhan sehari-hari.

Batik kini telah dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagai icon masyarakat indonesia, kain batik sebaiknya terus dilestarikan karena sudah jelas bahwa batik merupakan ciri kebudayaan bangsa indonesia yang tidak ada duanya.

21 November 2012

Menjaga Konsentrasi Dalam Pekerjaan

Bagi yang senang berkecimpung dengan dunia pekerjaan dibidang apapun, dituntut untuk menghasilkan sebuah hasil yang maksimal, dapat digunakan dan juga dapat bermanfaat bagi orang lain. Namun tidak sedikit pula ada pekerjaan yang digeluti tersebut menemui kesulitan-kesulitan, misalnya susahnya untuk berkonsentrasi terhadap masalah yang dihadapi. Sudah pasti hal ini akan berimbas pada hasil yang tidak maksimal sesuai harapan. Hal tersebut dapat dijadikan faktor penghambat yang paling utama dalam bidang-bidang pekerjaan dimanapun berada.

Bidang pekerjaan apapun ternyata memerlukan keseriusan dalam berfikir sebelum bertindak. Dan sebelum tindakan dilakukan, umumnya dilakukan penalaran fikir agar langkah tindakan yang akan diambil dapat menemukan solusi terbaik dan didapat pengakuan maksimal dari orang lain pula. Sulitnya menemukan suasana konsentrasi pada ruang-ruang pekerjaan biasanya terkendala karena faktor keadaan lingkungan kerja, situasi psikologi pekerja itu sendiri atau pekerjaan itu sendiri yang menuntut otak untuk berfikir kerja sehingga melelahkan energi otak untuk berfikir cepat.

Peristiwa-peristiwa munculnya ketidakharmonisan dalam lingkungan kerja juga dapat timbul oleh sebab kurangnya kita dalam berkonsentrasi terhadap pekerjaan yang kita lakukan. Ditambah lagi sikap pimpinan yang sewenang-wenang dalam memerintah bawahannya untuk menuntaskan pekerjaan sesuai keinginannya tanpa melihat situasi dan kondisi psikologi bawahannya, apakah sedang mengalami masalah atau tidak, dan ternyata kejadian ini banyak dialami oleh para pekerja yang kebetulan memiliki jabatan rendah.

Menjaga konsentrasi dalam menghadapi pekerjaan yang kita geluti tidaklah mudah, perlu diimbangi dengan rasa kesabaran yang tinggi dan rasa keikhlasan dalam menjalankannya. Suasana hati dan pikiran seorang karyawan dalam melakukan aktivitas pekerjaannya tidaklah sama setiap harinya. Hal inilah yang perlu disiasati agar kita tidak terjebak oleh kemelut pikiran kita sendiri dalam menyelesaikan masalah pada pekerjaan kita sendiri. Otak manusia yang aktif digunakan untuk bekerja tentunya juga memerlukan penyegaran setiap harinya. Karena menurut para ahli kapasitas otak manusia yang bekerja dengan berfikir menggunakan pikirannya jauh lebih banyak membutuhkan kalori dibandingkan dengan pekerja keras seperti petani yang seharian mencangkul disawah yang hanya membutuhkan setengah dari kalori orang yang bekerja dengan menggunakan otak.

Agar konsentrasi fikiran tetap terjaga dalam menjalankan aktivitas pekerjaan kita, hendaknya yang perlu kita lakukan adalah dengan menjaga fitalitas stamina tubuh agar tetap segar dan fit setiap hari. Usahakan menghindari faktor-faktor penyebab terjadinya kelelahan dalam berfikir misalnya memaksakan diri untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang relatif cepat. Kalaupun kita dituntut untuk lebih cepat dalam menyelesaikannya, hendaknya tidak sungkan meminta pertolongan kepada rekan kerja lainnya. 

Selain menjaga pola makan perlunya mengkonsumsi vitamin agar stamina tubuh tetap terpelihara. Tapi ada sebagian orang yang tidak dapat bekerja tanpa lepas dari merokok. Hal ini perlu dihindari karena akan menghambat kinerja otak dalam menemukan ide-ide baru untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Adapun ada orang yang demikian karena hal tersebut sudah merupakan kebiasaannya dalam melakukan aktivitas pekerjaannya tidak lepas dari merokok. 

Cara yang paling sederhana dalam menjaga konsentrasi dalam pekerjaan kita adalah dengan tidak berfikir diluar kemampuan kita. Artinya apapun pekerjaan kita, pintar-pintarlah kita menempatkan waktu dan suasana fikiran kita agar tidak tercampur aduk dengan masalah diluar tanggung jawab pekerjaan kita dengan semua aktivitas yang kita miliki. Dan selelu berfikir positif serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi agar suasana hati dan pikiran kita tertap tertata dengan baik.

14 November 2012

Ajarkan Anak Kenali Fungsi Kelamin

Tak sedikit orang tua cepat panik ketika melihat anak laki-lakinya asik bermain boneka cantik, sementara ada pula orang tua cepat khawatis ketika anak perempuannya tumbuh menjadi anak yang tomboy, bermainnya mobil-mobilan atau perang-perangan yang lazimnya dimainkan oleh anak laki-laki. Tentu saja selaku orang tua akan panik dan merasa cemas ketika melihat anaknya memiliki tabiat memainkan sesuatu yang bukan semestinya.

Hal ini bisa dipahami karena adanya stereotip pada masyarakat, bahwa yang laki-laki harus terlihat jantan dan perempuan harus terlihat lemah lembut. Atas pemahaman tentang adanya stereotip inilah maka sejak kecil orang tua harus berusaha mendidik putra-putrinya sesuai dengan norma yang berlaku. Seperti warna pink untuk perempuan, dan warna biru untuk anak laki-laki. 

Stereotip ini justru akan menghambat perkembangan anak-anak secara optimal, selaku orang tua tidak perlu khawatir ketika anaknya yang masih usia dini mengenal jenis permainan yang tidak sesuai menurut anggapan masyarakat umum, asalkan sejak dini pula orang tua memberikan bimbingan kepada putra-putrinya tentang pentingnya mengenal peran dan jenis kelaminnya.

Umumnya pengenalan jenis kelamin dimulai sejak usia anak sekitar 5 tahun, seorang anak sudah memahami jenis kelaminya sendiri. Hal ini diperoleh melalui proses mengamati dan memahami orang tua serta orang-orang yang berada disekitarnya, terutama dari segi perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan.

Untuk menegaskan perbedaan jenis kelamin tersebut, orang tua haruslah mengatakan kepada anaknya bahwa bila anak perempuan harus dibiasakan mengenakan baju gaun dan anak laki-laki dengan baju kemeja. Serta pujian-pujian yang harus dibiasakan pada telinga sang anak agar terbiasa dengan kalimat-kalimat tersebut, bahwa jika anak laki-laki itu ganteng dan perempuan itu cantik. Selain mengajarkan dan memberikan bimbingan mengenai perbedaan jenis kelamin, orang tua sebaiknya mengimbanginya dengan membimbing mengenai peran jenis kelaminnya, misalnya ketika sedang bermain bersama anaknya.

Ketika anak perempuan sedang menggendong boneka, maka si ibu bisa mengatakan bahwa kelak dirimu akan menjadi seorang ibu, yang akan merawat anak-anakmu seperti ibu merawatmu saat ini. Dan begitu pula kepada anak laki-lakinya akan menjadi seorang ayah yang hebat. Sehingga kelak si anak laki-laki juga akan peduli dengan pengasuhan anak-anaknya.  

Dalam hal mendidik anak, mengajarkan tentang perbedaan jenis kelamin juga harus dibarengi dengan pengajaran peran-peran jenis kelaminnya, karena bila ada anak laki-laki yang kemayu seperti perempuan itu identik bahwa dia tidak bisa melakukan peran jenis kelaminnya sebagai laki-laki. Sebaliknya anak perempuan yang tomboy, bukannya tidak bisa melahirkan, menyusui dan merawat anak, bisa jadi sikap tomboy yang dimilikinya karena faktor lingkungan. Oleh karenanya peran orang tua dalam hal mendidik anaknya sangat penting dan menjadi perhatian bagi para orang tua untuk tumbuh kembang anaknya menjadi pribadi-pribadi yang ideal. Dari berbagai sumber.

Popular Posts