12 March 2012

Law of Attraction

Secara garis besarnya (LoA=Low of Attraction)  diterjemahkan sebagai "hukum ketertarikan" atau "hukum tarik menarik", yang mengandung pengertian apa pun yang terjadi di dalam kehidupan manusia baik maupun buruk adalah hasil dari perwujudan pikiran dan perasaan manusia itu sendiri. Entah itu disadari maupun tidak, hasil pikiran kita tersebut (baik itu pikiran positif ataupun negatif) akan menghasilkan getaran/frekuensi yang akan langsung direspon oleh Universe/Alam Semesta.  


Konsep ini dapat kita manfaatkan dalam seluruh aspek kehidupan kita, baik menyangkut hubungan pribadi/bisnis, kesuksesan dalam pekerjaan, kemakmuran, maupun kesehatan termasuk untuk mencapai kesembuhan dari suatu penyakit. Dapat diringkas LoA sebagai berikut:

Keinginan

"Keinginan... adalah sumber penderitaan...
tempatnya di dalam pikiran...." Kata bang iwan fals demikian dalam syair lagunya...

Maksudnya adalah kita diharuskan jeli mengenali keinginan kita yang sesungguhnya, dan membuang pikiran maupun perkataan serta hal-hal yang tidak kita inginkan dari keinginan awal kita tadi. Ungkapan keinginan secara jelas dengan kata-kata positif yang tidak mengandung kata "tidak", "jangan", "dilarang", dan sebagainya yang intinya bertentangan dari keinginan positif. Ada bebeapa point yang menjadi acuannya:

Fokus

Menitik fokuskan pikiran pada keinginan yang sesungguhnya akan memberikan energi yang maksimal atas keinginan kita, termasuk membayangkan diri sendiri telah berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan.

Kerelaan

Untuk mencapai keinginan tersebut tentunya kita harus memiliki kerelaan yang tinggi dalam menjalani proses, dengan tidak adanya keraguan ("mental block") sedikit pun dan tidak memberi peluang sedikit pun untuk berkata "tidak mungkin", "tetapi", "kalau", hadir disela-sela pikiran kita. Dengan kata lain kita harus yakin bahwa keinginan kita pasti tercapai..!

Jadi apapun bentuk keinginan kita yang terwujud, adalah  tergantung bagaimana kita mengolah kekuatan pikiran dan keyakinan kita sendiri."Aku ingin berhasil...." jauhkan pikiran "gagal..", "Aku ingin kaya...", jauhkan pikiran "tidak mungkin", dan sebagainya dan sebagainya.

Adakah metode untuk itu??? Penulis jadi teringat ada kalimat yang menyebutkan "Pertanyaan adalah Jawaban". Bisakah dijadikan metode??? Kita sendiri yang bisa menjawab.

Seperti yang telah dimaksudkan hukum LoA (Law of Attraction : "Hukum ketertarikan"). Adalah apapun yang keinginan yang muncul dengan keyakinan yang super optimis akan mewujudkan suatu pancaran energi (gelombang/frekuensi) yang langsung disambut oleh energi (gelombang/frekuensi) alam semesta.
Apakah ini mengingkari keyakinan kita terhadap kemahakuasaan Tuhan?? "Pertanyaan adalah Jawaban".  Penulis tidak berani untuk menjawabnya, karena itu terserah diri pribadi masing-masing menyikapinya. Namun akan lebih baik jika itu tidak kita lakukan, karena kita adalah sebagai makhluk Tuhan yang memang diciptakan untuk meyakini kekuasaan-Nya.

Lalu apakah energi semesta lebih besar dari energi ke-Tuhan-an sehingga hukum LoA tercipta?
Segala sesuatu diciptakan oleh Yang Maha Kuasa.


Terinspirasi : Bebas Dari Kanker Dengan Terapi Alternatif (Lianny Hendranata), Law of Attraction, Mengungkap Rahasia Kehidupan (Michael J. Losier), dan Miracle of Cell Healing (Joyce Whiteley Hawkes, PhD).

Semoga Bermanfaat...!!!

10 March 2012

Seni Salaman (Jabatan Tangan)


Dunia penuh dengan variasi, berbagai jenis macam yang pantasnya disebut sebuah aktivitas dari hasil kreasi pribadi layak disebut sebuah seni. Apakah sebuah aktivitas kepada orang lain juga bisa disebut seni? "mungkin ya, mungkin juga tidak", tergantung dari sudut pandang yang bagaimana kita memposisikannya.
Jika seorang seniman bisa mengatakan "ya" mungkin juga yang bukan seorang seniman bisa bilang "tidak", lalu bagaimana bila seniman yang bilang "tidak?" kembalikan saja kepada yang bersangkutan, sekali lagi terserah bagaimana individu tersebut melihatnya.

Kok jadi muter-muter ya......?? pusing aku... dari tadi melulu begitu kalimatnya. Yaahh.. namanya juga...seniewen..hak..hak..hak... (just kidding).

Berkaitan dengan seni, apakah menggerakkan tangan yang ditujukan kepada pihak lain (berjabat tangan) juga bisa dibilang seni. jawabannya tentu sama. Namun ada ukurannya jika aktivitas menggerakkan tangan itu disebut sebuah seni. Jika itu sebuah gerakan memiliki makna dan arti yang orang menyebut sebuah tarian, itu baru disebut seni tari.
Jika gerakan tangan itu orang menyebutnya menampar? Pertanyaannya apakah ada seni menampar? sepertinya baru denger nih... he..he..he.. Semua kuserahkan kepadamu yang menilainya, penulis hanya sekedar mengungkapkannya saja...

Kembali lagi ke materi yang dibahas, JABATAN TANGAN (SALAMAN),ternyata bukan hanya sekedar menggerakan tangan untuk maksud-maksud tertentu saja, namun juga memiliki makna yang luas.
J.Maya.Pilkington, seperti yang ditulis oleh Prana Indonesia, menguraikan pengertian jabat tangan adalah aktivitas bersentuhan yang sehat dan menenangkan yang dapat menimbulkan dua perasaan menjadi sama rasa serta dapat merangsang perasaan untuk menanggapinya melalui pengaruh positif yang ditimbulkan melalui sentuhan terhadap system syaraf oleh kualitas frekwensi sentuhan. Yang pasti dilihat dulu yang disentuh itu apa ya... he..he..he...

Lain ladang lain belalang kata pepatah apa pribahasa itu ya...???
Lain lagi dari Ujung Bumi mengartikan Jabatan Tangan. Menurut mas Ujung Bumi... eh. mas apa mbak, apa siapa ya..?? mohon maaf jika keliru manggilnya. Gini aja lah...
Menurut beliau (Ujung Bumi) seperti yang dilangsir oleh VIVAnews.com Jabatan tangan memiliki makna yang mendalam dan mampu menimbulkan rasa kepercayaan pribadi serta dapat menggambarkan kepribadian seseorang melalui gaya mengulurkan tangan. Bahkan para ilmuwan dari University College London mengklaim bahwa kekuatan cengkraman tangan dapat dijadikan sebagai deteksi harapan seseorang. Sejauh itukah..???

Yaah.. untuk lebih jelasnya silahkan menuju ke TKP yang penulis referensikan, nanti dikira penulis boong... diriku sekedar menyampaikan apa yang telah dimaksud tersebut.

Ternyata jika dicermati dengan kesungguhan, hanya mengulurkan tangan lalu disambut dengan gerakan yang sama oleh pribadi yang dituju mempunyai arti dan makna yang banyak, belum lagi jika dilihat dari sudut pandang secara agama, tentu muatannya arti dan maknanya lebih banyak lagi, selama tidak menimbulkan perdebatan semoga hal tersebut sah-sah saja dilakukan, dan sekali lagi tidak terlepas dari sudut pandang masing-masing pribadinya loh...

Sebagai ending dari masalah jabatan tangan (salaman) penulis ingin menambahi tulisan ini dengan cerita sedikit dari salah satu negara dibagian eropah sana kl gak salah, asal tebak aja...he..he..he... masalahnya belum pernah kesana seh.

Begini ceritanya: Ternyata ada larang bagi para atlet Inggris untuk tidak bersalaman dengan para atlet lain, atau pengunjung saat akan bertanding pada Olimpiade 2012 nanti. woww... mengapa bisa begiciu.. ih.. babay... (kata orang lebay tp kalo aku babay aja dah).
Begindang alasannya.. tuh kan... eh..begini alasannya maksudnya:
Alasan pelarangan tidak terkait dengan masalah rasisme, melainkan demi pertimbangan kesehatan. Anjuran tersebut disuarakan kepada medis asosiasi Olimpiade Inggris Raya, Dr. Ian McCurdie. Beliau khawatir hanya gara-gara salaman nantinya harapan si atlet untuk meraih medali emas bakalan sirna dikarenakan yang bersangkutan tertular penyakit dari orang yang disalaminya. Waah ini alasannya babay banget kayaknya...

"Di ajang olimpiade atau even sejenis, kemungkinan untuk terserang virus dan tertular penyakit sangatlah besar", Ujarnya yang dikutip dari The Sun. "Karena itulah kita berbicara tentang upaya meminimalisir resiko sakit dan memperkuat daya tahan terhadap virus. salah satu kuncinya ada pada tangan yang bersih. Ini tergantung pada tangan yang higienis," kata McCurdie.

Ia khawatir, jika kesehatan tidak ditangani secara optimal, maka penularan penyakit akan merebak di momentum besar dunia yang diikuti kurang lebih 10 ribu atlet dari hampir 200 negara tersebut. Ribuan atlet itu bakal tinggal bersama, dan makan bersama diperkampungan atlet hingga kemungkinan untuk tertular atau menularkan penyakit bakal jauh lebih besar. Jika anjuran tersebut dirasakan terlalu ekstrem, maka ia menolerir kalau para atlet tetap melakukan ritual berjabatan tangan. "Jika anda masih tetap ingin bersalaman, maka setidaknya selalu sediakan sabun tangan atau menggunakan busa tangan yang bisa meminimalisir kemungkinan terjangkit penyakit". ujarnya.

Anjuran tersebut kesannya memang berlebihan, namun bagi kubu Inggris sepertinya mereka telah belajar dari pengalaman terdahulu di ajang Persemakmuran 2010 di New Delhi. Ketika itu banyak atlet yang tertular penyakit gara-gara perkampungan atlet di sana dinilai jorok dan tidak sehat.Tribun.

Ah.. ada-ada aja yah... maka dari itu kalau pribadi penulis memandang bijaknya hal itu dari sudut pandang bahwa itu sebuah seni dan keindahan, keindahan yang dimiliki oleh pribadi-pribadi yang berbeda. Indah bukan...!!! semoga bermanfaat.
Referensi dari berbagai sumber.

7 March 2012

Suara Pertama

Tidak ada kata-kata yang dapat terucapkan, selain kalimat syukur kepada sang Hak yang wajib disyukuri.
Aku mendengar tangisanmu, kalbuku bergetar..
Semua rasa ini ingin tumpah ke daratan hingga tak terbendung lagi kalimah-kalimah kesucian yang dapat aku pahami terucap begitu saja tanpa terasa berat.
Aku mendengar teriakanmu, tubuhku bergerak kaku...
Hingga nafas berat bercampur kesyukuran dan luapan perasaan yang tak mungkin terkalimatkan, rasa ini aku alami...
Aku mendengar suaramu...
Suara cinta menggema mengisi ruang kalbuku.
Kini ku dengar suaramu... wahai anakku....