Kita sering mendengar istilah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sebagian orang mungkin akan langsung membayangkan robot canggih, mobil tanpa pengemudi, atau teknologi futuristik seperti yang sering muncul dalam film dengan segala kecanggihannya, padahal AI tidak harus berbentuk robot.
Tanpa disadari, teknologi AI ini justru telah hadir dalam berbagai aktivitas sederhana yang kita lakukan setiap hari. Misalnya, saat membuka media sosial, mencari lokasi menggunakan peta digital, mengambil foto dengan smartphone, menerjemahkan bahasa, bahkan meminta bantuan ke chatbot sekalipun hanya untuk membuat sebuah tulisan artikel. Dan tanpa sadar kita sedang menggunakan teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan itu untuk membantu sesuatu urusan pekerjaan kantor maupun untuk urusan yang bersifat pribadi. Maka perilaku inilah yang menunjukkan bahwa AI dalam kehidupan manusia sehari-hari bukan lagi sekadar gambaran tentang teknologi masa depan, tetapi teknologi tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan digital masyarakat modern.
Lalu adakah yang tau apa itu Kecerdasan Buatan (AI)?
Artificial Intelligence
atau disingkat AI adalah teknologi komputerisasi atau sistem digital untuk
melakukan berbagai tugas menyesuaikan keinginan manusia. Kemampuan tersebut
antara lain mengenali pola, memahami bahasa, menganalisis informasi, membuat
prediksi (walau belum tentu 100% akurat), mengenali gambar, serta menghasilkan
teks atau konten. Sederhananya adalah, AI dirancang agar komputer dapat
melakukan pekerjaan tertentu manusia dengan cara yang terlihat lebih
"cerdas" dan adaptif serta lebih responsif.
Namun, penting untuk dipahami
bahwa AI tidak berfikir dan memahami dunia persis seperti manusia berfikir.
Sistem AI secara umum bekerja berdasarkan penggabungan algoritma secara komputerisasi
dan kumpulan data yang digunakan untuk menghasilkan suatu respons atau
prediksi. Dan selanjutnya AI akan menyerap sejumlah data yang diinput lalu
menganalisanya untuk diidentifikasikan polanya. Karena itu, kemampuan AI sangat
bergantung pada teknologi dan data yang digunakan.
Manusia Sudah Sering Menggunakan AI
Dan tanpa disadari jawabannya
adalah “sering”. Memang manusia sudah sering sekali menggunakan AI dalam
kesehariannya. Menariknya dari perkembangan AI adalah keberadaannya kini sering
tidak manusia sadari. Memang kita tidak selalu melihat tulisan "AI"
ketika menggunakan sebuah aplikasi, karena teknologi tersebut biasanya bekerja
dibalik layar. Berikut beberapa contoh yang menggambarkan manusia cukup dekat
dengan AI dalam kehidupan sehari-hari.
1. Rekomendasi
Konten di Media Sosial
Pernahkah merasa
heran karena media sosial seolah-olah tahu dengan apa yang sedang kita sukai? Contohnya
setelah beberapa kali menonton video memasak, kita mulai mendapatkan rekomendasi
lebih banyak lagi video dengan tema yang serupa. Hal tersebut bukan kebetulan, karena
Platform digital tersebut dapat menganalisis berbagai pola sesuai interaksi
pengguna, seperti konten yang ditonton, durasi menonton, konten yang disukai,
hingga jenis konten yang sering dilewati. Maka berdasarkan aktivitas data
tersebut kemudian digunakan oleh sistem untuk merekomendasi dan memperkirakan
konten-konten serupa lainnya yang kemungkinan akan menarik bagi pengguna. Dan inilah
salah satu contoh bahwa AI yang paling dekat dengan keseharian manusia yang
tanpa disadari sering digunakan.
2. Google
Maps dan Aplikasi Navigasi
Mencari jalan untuk menuju
suatu tempat sekarang terasa jauh lebih mudah, cukup memasukkan lokasi tujuan,
kemudian aplikasi navigasi tersebut akan membantu menunjukkan rute mana yang
dapat ditempuh lengkap dengan petunjuk arah dan perkiraan waktu tempuh. Penerapan
teknologi AI dibalik layanan (Google Maps) tersebut memanfaatkan berbagai data
untuk membantu memperkirakan kondisi perjalanan dan memberikan pilihan rute. Dan
bagi pengguna prosesnya pun sangat sederhana, yaitu dengan masukkan tujuan dan
ikuti petunjuk arah yang disarankan untuk sampai ke lokasi tujuan. Namun semua
itu tanpa disadari bahwa dibalik layar ada sebuah teknologi canggih yang
bekerja dan mengolah informasi dalam jumlah besar.
3. Kamera
Smartphone
Kamera smartphone
saat ini sudah jauh lebih pintar dibandingkan kamera ponsel generasi awal. Ketika
kita mengambil gambar sebuah objek, perangkat kamera tersebut dapat membantu
mengenali wajah, kondisi pencahayaan, dengan berbagai karakteristik gambar. Setelah
objek tersebut direkam, sistem kemudian melakukan penyesuaian tertentu agar
hasil foto terlihat lebih baik dengan kualitas gambar sempurna bahkan biasanya
tampak lebih jernih dari objek sebenarnya. Misalnya seperti model teknologi aplikasi
generate image berbasis AI yang dapat melakukannya secara otomatis dan mungkin
manusia belum tentu dapat melakukannya. Itulah sebabnya kita tidak selalu perlu
memahami dunia fotografi secara mendalam hanya untuk mendapatkan kualitas foto
yang lebih bagus.
4. Mesin
Searching
Mesin pencarian atau
penelusuran merupakan contoh lain bagaimana teknologi AI membantu kita
menemukan informasi dengan cepat, mudah dan akurat. Misalnya ketika kita mengetik
pertanyaan atau kata kunci (key word), maka sistem AI akan berusaha memahami
maksud pencarian tersebut dan memberikan hasil yang relevan. Bayangkan jika
kita harus mencari informasi secara manual dari jutaan halaman di internet, tentu
akan sangat melelahkan sekali. Maka dengan teknologi pencarian ini sangat membantu
kita dan mempersempit pencarian informasi sehingga pengguna dapat menemukan apa
yang dibutuhkan dengan lebih cepat.
5. Penterjemah
Bahasa (Translator)
Perbedaan bahasa
dahulu menjadi salah satu hambatan ketika seseorang ingin berkomunikasi dengan
orang dari negara lain. Tapi sekarang hal itu bukan masalah, aplikasi penterjemah
berbasis AI dapat membantu mengatasi sebagian hambatan tersebut. Pengguna cukup
memasukkan teks, suara, atau bahkan gambar tertentu untuk memperoleh hasil
terjemahan. Teknologi AI pemrosesan bahasa ini membuat komputer mampu mengenali,
hubungan antar kata dan membantu menghasilkan terjemahan yang semakin praktis. Meski
demikian, dalam penggunaan untuk dokumen hukum, akademik, atau dokumen resmi,
hasil terjemahan otomatis tersebut sebaiknya tetap diperiksa kembali.
6. Rekomendasi
Film dan Musik
Pernah mendapatkan
rekomendasi film atau lagu yang ternyata sesuai dengan selera? Layanan
streaming berbasis AI menggunakan sistem rekomendasi untuk membantu pengguna dalam
menemukan konten yang disukai. Pilihan film atau musik tersebut dapat
dipengaruhi berdasarkan riwayat tontonan, lagu yang sering diputar, genre yang
disukai, dan berbagai pola penggunaan lainnya. Melalui bantuan teknologi AI ini,
pengguna tidak perlu mencari semuanya dari awal, karena sistem telah lebih dulu
memahami maksud serta keinginan pengguna.
7. Chatbot
dan Asisten AI
Dalam hal perkembangan
AI generatif membawa perubahan yang cukup besar. Sekarang ini, seseorang dapat lebih
mudah langsung berinteraksi dengan AI menggunakan bahasa sehari-hari. AI dapat
membantu membuat ide tulisan, merangkum informasi, menyusun konsep presentasi,
menerjemahkan teks, menjelaskan suatu materi, hingga membantu pekerjaan
pemrograman. Dalam konteks ini, AI dapat dipandang sebagai asisten digital. Namun,
hasil yang diberikan AI tetaplah harus diperiksa kembali karena walau bagaimanapun
AI bukan merupakan satu-satunya sumber kebenaran mutlak yang selalu sempurna.
Apa Manfaat AI bagi Kehidupan Kita?
Pemanfaatan AI bagi kehidupan manusia antara lain jika teknologi ini digunakan
dengan benar, maka dapat memberikan sejumlah manfaat yang nyata seperti:
·
Menghemat Waktu
AI dapat membantu
menyelesaikan pekerjaan tertentu yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama. Misalnya,
membuat rangkuman, mencari ide awal, mengelompokkan informasi, atau membantu
menyusun dokumen.
·
Membantu Produktivitas
Pekerjaan
administratif dan berulang dapat dibantu oleh teknologi ini sehingga manusia
dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan, kreativitas,
dan komunikasi.
·
Membantu Belajar
Teknologi AI dapat juga
menjadi teman belajar yang fleksibel, dapat meminta penjelasan mengenai suatu
materi dengan bahasa sederhana, meminta contoh, atau menggunakan untuk
mendapatkan sudut pandang berbeda. Tetapi sebaiknya teknologi AI ini digunakan
sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai jalan pintas kita untuk berhenti
berpikir dan berinovasi.
·
Membuka Ruang Kreativitas
Kreativitas seorang Penulis,
desainer, pembuat video, pelaku usaha, dan berbagai profesi kreatif dapat
memanfaatkan teknologi AI untuk mencari inspirasi dan membuat konsep awal. Melalui
AI dapat digunakan untuk memperluas kemungkinan ide-ide lain yang sebelumnya
belum terpikirkan. Namun dengan catatan bahwa AI tidak harus menggantikan
kreativitas manusia, gunakan AI hanya sekedar alat bantu untuk efektivitas waktu
saja tanpa harus menghilangkan ruang inspirasi dan kreasi itu sendiri.
·
Mempermudah Pekerjaan Sehari-hari
Contoh kemudahan
lain yang didapat dari teknologi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) adalah
mulai dari mencari rute perjalanan hingga mengatur informasi, hingga dalam hal mengatasi
kesulitan pekerjaan manusia teknologi ini sangat memungkinkan sekali dapat
membantu berbagai aktivitas menjadi lebih praktis secara afisien waktu dan sumber
daya.
Apakah AI Bisa Menggantikan Manusia?
Pertanyaan ini sering muncul setiap kali ada yang membahas terhadap perkembangan
kecerdasan buatan (AI). Maka jawabannya tidak sesederhana "Iya" atau
"tidak". AI memang mampu mengambil alih sebagian tugas tertentu
manusia, terutama pekerjaan yang sifatnya berulang dan dapat diproses
berdasarkan pola dan sesuai keinginan. Namun kelebihan manusia memiliki
kemampuan yang jauh lebih kompleks dibandikan dengan kecerdasan buatan ini. Manusia
memiliki pengalaman, empati, nilai, tanggung jawab, intuisi, kreativitas, dan
kemampuan dalam memahami konteks sebagai makhluk sosial yang tidak dapat begitu
saja disamakan dengan mesin. Karena itu, persoalan yang lebih relevan bukan
sekadar apakah AI akan menggantikan manusia. Namun pertanyaannya adalah: Bagaimana
manusia dapat bekerja bersama AI?
Bagi seseorang yang memiliki
kemampuan menggunakan AI secara efektif kemungkinan akan memiliki cara kerja
yang berbeda dengan orang yang tidak dapat memanfaatkannya. Dengan kata lain,
AI dapat menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan manusia, tetapi bukan untuk
sebagai pesaing manusia.
Ada Manfaat,
Ada Juga Risikonya
Dibalik berbagai manfaat tersebut, AI tetap memiliki risiko. Salah satunya
adalah informasi atau data yang diberikan merupakan informasi yang tidak valid,
Misinformasi, Disinformasi atau bahkan Malinformasi. Semisal
AI selain memiliki kelebihan dalam menghasilkan jawaban yang terlihat
meyakinkan padahal sebenarnya jawaban itu salah. Maka AI tidak akan dapat memahami
itu sebuah kesalahan yang memiliki resiko. Sekali lagi karena prinsip AI bekerja
berdasarkan kumpulan pola dan algoritma komputerisasi canggih menggunakan
analisa melalui rumus kemungkinan berdasarkan kumpulan data yang diperolehnya
lalu mentransformasikan data mentah tersebut menjadi bentuk yang lebih bermakna,
sehingga memungkinkan seolah-olah AI dapat mengambil keputusan cerdas dalam skala
besar. Pada komputer sistem ini disebut ALU (Analityc Logic Unit-bertanggungjawab
melakukan operasi aritmatika dan logika), yaitu menerima input berdasarkan
instruksi lalu mengeksekusinya menggunakan perhitungan bilangan biner dan
memanipulasinya menggunakan gerbang logika, namun dalam penggunaan teknologi AI
sistem ini jauh lebih canggih dari prinsip dasar ALU itu sendiri.
Terhadap masalah privasi juga tidak boleh diabaikan. Sebaiknya pengguna
berhati-hati ketika memasukkan data pribadi, dokumen rahasia, informasi
keuangan, atau data sensitif lainnya ke dalam layanan AI. Karena itu, informasi
yang berkaitan dengan hukum, kesehatan, keuangan, pemerintahan, pendidikan,
atau keputusan penting lainnya tetap perlu membutuhkan pertimbangan.
AI selain dapat digunakan membantu keperluan pekerjaan sehari-hari manusia juga dapat membuat gambar, suara, dan video yang sulit dibedakan dari keasliannya. Dibuktikan dengan banyaknya model aplikasi AI khusus membuat gambar dan video yang beredar saat ini. Hal inilah yang membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan terhadap literasi digital, dengan harapan dapat mengenali penyalahgunaan AI untuk kepentingan scamer maupun kriminal.
Tidak Harus Menjadi Ahli Teknologi
Setidaknya kita perlu mengetahui apa yang dapat dilakukan AI, apa
keterbatasannya serta bagaimana menggunakan teknologi tersebut secara aman dan
bertanggung jawab. Cara Menggunakan AI secara bijak tidak perlu takut
menggunakan AI, yang penting adalah memahami batas dan cara penggunaannya. Beberapa
kebiasaan sederhana bisa diterapkan adalah:
Pertama, Jangan langsung percaya pada semua jawaban AI, periksa
informasi penting menggunakan sumber yang dapat dipercaya.
Kedua, Jangan memasukkan informasi rahasia sembarangan, data
pribadi dan dokumen penting harus diperlakukan dengan hati-hati.
Ketiga, Gunakan AI untuk membantu berpikir, bukan berhenti
berpikir, mintalah AI memberikan alternatif atau menjelaskan suatu masalah,
kemudian gunakan pertimbangan sendiri untuk mengambil keputusan.
Keempat, Tetap mengedepankan kreativitas manusia, AI dapat
memberikan banyak ide, tetapi pengalaman dan sudut pandang manusia tetap
memiliki nilai yang tidak kalah penting.
Kelima, Gunakanlah teknologi secara bertanggung jawab, jangan menggunakan AI untuk menipu, menyebarkan informasi palsu, mengambil karya orang lain tanpa izin, atau merugikan pihak lain.
Catatan Penting: AI Akan Semakin Dekat Dengan Kehidupan Manusia
1. Perkembangan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Tidak Akan Berhenti
Kemampuan AI kemungkinan akan terus berkembang dan semakin
banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Kita akan melihat AI mulai
diterapkan dalam pendidikan, pekerjaan, transportasi, pelayanan publik, bisnis,
industri kreatif, hingga berbagai layanan rumah tangga. Karena itu, memahami AI
bukanlah hanya kebutuhan bagi seorang programmer atau seorang yang bekerja di
perusahaan teknologi, masyarakat umum juga perlu memahami cara kerja dan cara
menggunakan AI.
2. AI Adalah Alat, Manusia Tetap Pengendalinya
Teknologi AI telah mengubah banyak hal tanpa harus selalu terlihat. Ketika kita mendapatkan rekomendasi video, menggunakan navigasi, mengambil foto, menerjemahkan bahasa, atau meminta bantuan chatbot, teknologi kecerdasan buatan itu ternyata sedang bekerja di balik layar. Kehadiran AI memang membawa banyak peluang, pekerjaan dapat menjadi lebih efisien, proses belajar dapat menjadi lebih fleksibel, dan berbagai aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih mudah. Namun, teknologi tetaplah sebuah alat. Manusia tetaplah menjadi pihak yang menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan. Karena itu, untuk menghadapi perkembangan AI sebaiknya bukan dengan rasa takut berlebihan, tetapi juga bukan dengan menerima semua kemampuannya tanpa berpikir. Sikap yang paling tepat adalah terbuka terhadap teknologi, kritis terhadap informasi, dan bijak dalam menggunakannya. Sebab pada akhirnya, masa depan AI bukan hanya ditentukan oleh seberapa pintar mesin yang diciptakan, tetapi karena seberapa bijak manusia dalam memanfaatkannya.
