Unduh Adobe Flash player

25.10.12

Antara Keinginan dan Kebutuhan

Memiliki sesuatu yang benda yang menjadi cita-cita dalam hidup merupakan suatu target yang harus dipenuhi walaupun pada tahap awal keinginan itu hanya melalui angan-angan, namun tidak menutup kemungkinan jika keinginan yang sangat diidamkan akan tercapai jika melalui kerja keras untuk mendapatkannya. Manusia dalam memenuhi segala keinginan yang merupakan bagian dari kebutuhan hidup tidak terlepas dari peran kerja serta harta benda yang dimilikinya. Keduanya saling berkaitan satu sama lain, misalnya bagaimana mungkin kita memiliki rumah sedangkan keadaan keuangan kantong kita tidak mencukupinya. Bisa jadi dalam mendapat sesuatu itu dengan menempuh segala macam cara.

Tidak dapat dipungkiri melihat kondisi perekonomian sekarang ini beban kebutuhan hidup semakin meningkat bahkan makin menghimpit kas pribadi kita, belum lagi ditambah kebijakan-kebijakan yang menaikkan tarif-tarif harga, berkurangnya stok bahan baku barang konsumtif, tidak lancarnya jalur distribusi barang, bencana alam dan faktor-faktor lainnya yang menjadi penyebab pertumbuhan perekonomian pribadi tidak lancar. Belum lagi ditambah terjadinya penurunan moralitas pelaku perekonomian yang secara sengaja memanfaatkan ketidakpastian perekonomian itu menjadi lahan subur demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Dialog kritis yang terjadi dimasyarakat adalah pasrah dan menerima nasib. "Harus bagaimana lagi, memang begitu peraturannya, kita hanya rakyat kecil yang penting masih bisa makan....".
Melihat kondisi tersebut tentunya manusia sebagai makhluk yang materialis tidak lagi memerankan fungsinya sebagai makhluk. Karena adanya benturan-benturan yang menjadi faktor penghambat serta keterbatasan kemampuan atau karena terhalangnya peraturan yang ada sehingga untuk berfikir memiliki sesuatu padahal sesuatu itu merupakan keinginan terbesar dalam hidup tidak akan terpenuhi apalagi terwujud secara riil.

Kebutuhan memang tidak akan ada penghujungnya jika tidak diimbangi dengan keinginan yang terkendali dengan wajar. Maka yang terjadi adalah keinginan lebih besar dari kebutuhan, padahal jika dilihat dari kondisi yang ada tidak tercukupinya sarana yang dimiliki bukan menjadi alasan yang vital jika kita mau berusaha keras untuk mewujudkannya, karena setiap kerja keras dari aspek apapun selalu membuahkan hasil sesuai yang diusahakan. Untuk itulah muncul perumpamaan-perumpamaan yang sekarang ini masih dipercayai dikalangan masyarakat, apabila memancing ikan dengan umpan yang besar maka yang didapatkan ikan yang besar pula. Tapi bagaimana jika umpan besar tersebut kita gunakan untuk memancing ditempat yang kebetulan tidak ada ikan besarnya?
 
Manusia dengan berbagai macam problem kehidupan siap atau tidak siap harus menjalani kehidupannya dengan penuh tanggung jawab sebagai makhluk. Mensyukuri hasil sekecil apapun adalah cara yang bijak dalam rangka menyusun target yang lebih besar lagi serta selalu berdo'a dan berusaha merupakan kunci terbaik dalam menjalani permasalahan yang ada. Dengan membatasi untuk tidak selalu memiliki keinginan menggebu-gebu juga perlu latihan, karena kebanyakan yang terjadi pada manusia adalah selalu dikuasai oleh situasi dan kondisi yang sedang terjadi, bukan yang sebaliknya.

Posting Komentar
home