Unduh Adobe Flash player

5.8.12

Fenomena Paradoks Manusia

Jauh-jauh hari Plato, sang pemikir Yunani Kuno, pernah memperingatkan bahwa manusia hakikatnya makhluk dualisme, antara jiwa dan tubuh tidak dapat dipisahkan, namun yang paling utama adalah jiwa. Paradoks perilaku manusia dalam sejarah peradaban di satu sisi menawarkan pelajaran bijak, juga menyuguhkan peringatan kepada sisi yang lainnya.

Dualisme kehidupan  yang dimiliki manusia akan hal-hal yang buruk tidak mungkin terhindarkan oleh perilaku manusia, karena peranan tuhan yang telah memberi petunjuk jalan bagi kehidupan manusia telah dilanggar oleh manusia itu sendiri. Oleh karena itu, dualitas itu harus dijalankan sebagai bahan ujian hidup, karena potensi paradoksal manusia memang akan selalu menghinggapinya.

Masyarakat akhir-akhir ini menghadapi gejala paradoksal manusia yang mengganggu hati dan pikiran. Fenomena paradoks ini dapat dilihat dari kehidupan manusia yang beragama. Misalnya ketika menyambut bulan Ramadhan dengan gempita serta pesta pora, membeli barang serta beraneka macam hidangan makanan disajikan secara membabi buta. Ada pula yang menghabiskan waktu menonton televisi dengan suguhan acara humor, quis, telenovela, entertaiment dan sebagainya.

Bukankah esensi ibadah puasa di bulan ramadhan seharusnya untuk menuju kualitas ketaqwaan melalui jalan menahan diri? Atau mengisi kegiatan di bulan puasa dengan ritual ibadah sebagai proses pendekatan jiwa kepada Tuhan adalah anjuran yang mengandung manfaat besar bagi manusia itu sendiri. Semoga puasa tahun ini kita tidak menjadi bagian dari sesuatu yang dinamakan fenomena paradoks manusia.

Posting Komentar
home