Unduh Adobe Flash player

2.6.12

Melawan Narkoba

Banyak definisi tentang narkoba, salah satunya narkoba adalah semua zat yang mempengaruhi cara bekerja pikiran, perasaan, persepsi dan kehendak. Penyalahgunaan narkoba bisa memberi pengaruh dramatis pada diri seseorang dan dapat menimbulkan ketergantungan. 

Beberapa riset menunjukkan salah satu bagian otak yang terkena efek narkoba adalah prefrontal cortex. Bagian ini berperan penting dalam perilaku yang terkait dengan perencanaan, evaluasi terhadap konsekuensi sebuah tindakan, serta kemampuan menahan diri untuk tidak menampilkan respons yang tidak sesuai. Bahasa sederhananya fungsi berfikir logisnya tidak optimal.

Kuatnya pengaruh narkoba terhadap otak itu akhirnya mempengaruhi tingkah laku yang berdampak negatif terhadap orang lain. Kita pernah mendengar pecandu yang berbohong dan mencuri untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, narkoba bukan hanya persoalan pribadi, melainkan sudah melibatkan dan merugikan banyak pihak. Misalnya saja orang tua, teman, bahkan orang yang tidak dikenal.

Seseorang tidak serta merta menjadi pecandu, mereka akan melalui serangkaian proses sebelum mencapai tingkat ketergantungan. Awalnya adalah tingkat coba-coba, lalu berangsur menjadi tingkat pengguna yang tetap. 1 dari 5 orang yang tadinya hanya mencoba-coba saja, akan terus menjadi pengguna aktif. Tingkat selanjutnya adalah kecanduan yang ditandai meningkatkannya konsumsi narkoba dan diiringi kehilangan kendali diri pengguna. Perilaku seperti berbohong, mencuri, agresif, kasar dan cenderung kriminal sangat memungkinkan sekali muncul, karena ketidakstabilan emosi yang cenderung ekstrem. Kasus overdosis kerap sekali terjadi pada tahap ini.

Untuk pecandu narkoba, tidak ada kata sembuh secara total, karena menurut banyak ahli pengaruh narkoba menimbulkan kerusakan otak yang bersifat permanen. Oleh sebab itu, jika seseorang bisa melepaskan diri dari belenggu narkoba, ia lebih tepat dikatakan telah pulih, bukan sembuh. 

Peran serta Orang Tua dan Masyarakat
Peran pendidikan dapat mencegah generasi muda dalam penyalahgunaan narkoba, tapi membutuhkan persistensi serta konsistensi yang luar biasa. Apa yang dilakukan oleh banyak lembaga tidak akan memberikan hasil yang signifikan jika tidak ada dukungan dari orang tua dan masyarakat.

Masyarakat bisa berperan aktif pula dalam proses saling mendukung dengan berbagai lembaga yang ada, mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Mencari informasi yang relevan tentang pencegahan narkoba, sampaikan kepada anggota keluarga, teman atau saudara terdekat. Dibutuhkan juga pengawasan oleh orang tua supaya dapat terjalin hubungan yang menyenangkan dan kohesif sehingga semua anggota keluarga selalu saling merindukan.

Peran dalam masyarakat dapat menjadi kontribusi yang bagus ketika terdapat tindak kriminal yang didasarkan oleh penyalahgunaan narkoba, yaitu dengan melaporkan ke aparat penegak hukum, atau ikut menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan dari pengaruh narkoba. Dan masih banyak yang bisa kita lakukan sebenarnya, dan unsur kemauan serta kesungguhan untuk memerangi narkoba akan memegang peranan penting. Masa depan generasi muda dan bangsa akan terselamatkan dengan cara mencegah dan menjauhi perilaku-perilaku penyalahgunaan narkoba.

Posting Komentar
home