Unduh Adobe Flash player

14.11.12

Ajarkan Anak Kenali Fungsi Kelamin

Tak sedikit orang tua cepat panik ketika melihat anak laki-lakinya asik bermain boneka cantik, sementara ada pula orang tua cepat khawatis ketika anak perempuannya tumbuh menjadi anak yang tomboy, bermainnya mobil-mobilan atau perang-perangan yang lazimnya dimainkan oleh anak laki-laki. Tentu saja selaku orang tua akan panik dan merasa cemas ketika melihat anaknya memiliki tabiat memainkan sesuatu yang bukan semestinya.

Hal ini bisa dipahami karena adanya stereotip pada masyarakat, bahwa yang laki-laki harus terlihat jantan dan perempuan harus terlihat lemah lembut. Atas pemahaman tentang adanya stereotip inilah maka sejak kecil orang tua harus berusaha mendidik putra-putrinya sesuai dengan norma yang berlaku. Seperti warna pink untuk perempuan, dan warna biru untuk anak laki-laki. 

Stereotip ini justru akan menghambat perkembangan anak-anak secara optimal, selaku orang tua tidak perlu khawatir ketika anaknya yang masih usia dini mengenal jenis permainan yang tidak sesuai menurut anggapan masyarakat umum, asalkan sejak dini pula orang tua memberikan bimbingan kepada putra-putrinya tentang pentingnya mengenal peran dan jenis kelaminnya.

Umumnya pengenalan jenis kelamin dimulai sejak usia anak sekitar 5 tahun, seorang anak sudah memahami jenis kelaminya sendiri. Hal ini diperoleh melalui proses mengamati dan memahami orang tua serta orang-orang yang berada disekitarnya, terutama dari segi perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan.

Untuk menegaskan perbedaan jenis kelamin tersebut, orang tua haruslah mengatakan kepada anaknya bahwa bila anak perempuan harus dibiasakan mengenakan baju gaun dan anak laki-laki dengan baju kemeja. Serta pujian-pujian yang harus dibiasakan pada telinga sang anak agar terbiasa dengan kalimat-kalimat tersebut, bahwa jika anak laki-laki itu ganteng dan perempuan itu cantik. Selain mengajarkan dan memberikan bimbingan mengenai perbedaan jenis kelamin, orang tua sebaiknya mengimbanginya dengan membimbing mengenai peran jenis kelaminnya, misalnya ketika sedang bermain bersama anaknya.

Ketika anak perempuan sedang menggendong boneka, maka si ibu bisa mengatakan bahwa kelak dirimu akan menjadi seorang ibu, yang akan merawat anak-anakmu seperti ibu merawatmu saat ini. Dan begitu pula kepada anak laki-lakinya akan menjadi seorang ayah yang hebat. Sehingga kelak si anak laki-laki juga akan peduli dengan pengasuhan anak-anaknya.  

Dalam hal mendidik anak, mengajarkan tentang perbedaan jenis kelamin juga harus dibarengi dengan pengajaran peran-peran jenis kelaminnya, karena bila ada anak laki-laki yang kemayu seperti perempuan itu identik bahwa dia tidak bisa melakukan peran jenis kelaminnya sebagai laki-laki. Sebaliknya anak perempuan yang tomboy, bukannya tidak bisa melahirkan, menyusui dan merawat anak, bisa jadi sikap tomboy yang dimilikinya karena faktor lingkungan. Oleh karenanya peran orang tua dalam hal mendidik anaknya sangat penting dan menjadi perhatian bagi para orang tua untuk tumbuh kembang anaknya menjadi pribadi-pribadi yang ideal. Dari berbagai sumber.

Posting Komentar
home