Unduh Adobe Flash player

8.5.12

Antara Pendidikan Sains dan Ilmu Sosial

Hari Pendidikan Nasional adalah momentum bagi kita sebagai generasi penerus bangsa, maka alangkah baiknya jika kita berupaya untuk memperingatinya dengan hal-hal yang bersifat positif, baik itu untuk diri pribadi maupun untuk kepentingan bersama. 

Lembaga pendidikan sebagai salah satu dasar penerapan keilmuan telah dianggap sebagai tujuan akhir dari aplikasi pendidikan. Proses itu berlangsung di mulai dari tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi. Maka baik siswa maupun mahasiswa diharapkan dapat menerapkannya di lingkungan masyarakat kelak. Oleh karena itu tugas seorang guru juga tidak hanya sebatas menyampaikan sebuah materi saja, namun yang terpenting adalah keterkaitan antara materi yang disampaikan dengan kemampuan siswa untuk menerapkannya haruslah seimbang.

Pada tatanan ilmu sosial banyak sekali materi yang berkaitan dengan interaksi dan cara bersosialisasi antar sesama, lalu bagaimana dengan pendidikan sains?


Kita mengenal sains sebagai suatu ilmu pasti, orang awam mengenal ilmu sains ilmu yang paling sulit untuk dipelajari dan merupakan momok yang menakutkan bagi pelajar. Namun perlu diketahui bahwa ilmu sains yang berkaitan dengan ilmu sosial merupakan sebuah ilmu yang saling berintegrasi. Hal ini dilihat dari aktivitas keseharian kita cenderung penggunaan sains lebih mendominasi dan di segala aspek aktivitas yang lain mengalami hal serupa.

Bila dilihat dari satu sisi yang lain, penggunaan ilmu sains terkesan menimbulkan kesenjangan sosial dikalangan masyarakat tertentu, dan hal ini disadari sepenuhnya oleh masyarakat itu sendiri. Ilmu sains sudah merupakan bagian dari penerapan keilmuan yang diperoleh dari lembaga pendidikan. Jadi sudah sewajarnya ada keterikatan ilmu sosial dan ilmu sains menjadi sebuah keterikatan yang tidak dapat dipisahkan.

Namun perlu kita ketahui bahwa adanya ilmu sosial juga dapat menyosialisasikan ilmu-ilmu yang lain. Dengan cara mengkampanyekan (digital learning) atau secara langsung membuat sebuah pagelaran bersifat umum misalnya pada peringatan hari-hari besar nasional, pagelaran-pagelaran daerah dan sebagainya yang tidak lepas dari tema pendidikan sains, maka akan mempermudah masyarakat menerima ilmu sains tersebut dan menyadarkan mereka bahwa ilmu sains itu bagian yang saling berkaitan erat dari aktivitas sosial.

Untuk mempermudah tujuan akhir dari penyelenggaraan pendidikan sains dan sosial dapat diterima di masyarakat luas, maka yang diperlukan adalah mensosialisasikan wacana tersebut ke setiap daerah-daerah maupun melalui media massa dan selebaran. Sebuah strategi yang dilakukan salah satu Dosen pada Perguruan Tinggi UIN di Jakarta mengatakan: "I hear I forget, I see I remember, I do I understand".  Seseorang dapat menyimpan pengetahuan pada ingatan dalam jangka waktu yang pendek (short term memory) dan ingatan dalam jangka panjang (long term memory).

Jika seorang anak dapat mendengar, maka ia akan mudah melupakan. Jika ia melihat, ia akan mengingatnya. Dan jika ia mengerti dan terseimpan dalam waltu yang lama, maka penerapannya adalah "I do", yaitu dengan melakukan atau mempraktikannya secara langsung. Oleh karena itu sebuah aplikasi memang sangat penting untuk menumbuhkan empati di lingkungan masyarakat.

Posting Komentar
home